Minggu, 21 Juli 2013

Our Life Episode 25




“kapan jieun bangun?” tanya baekhyun
“dokter belum keluar dari kamar jieun, sabarlah” ray berusaha menenangkan, walaupun dialah yang paling khawatir dengan keadaan jieun, belum lagi ia telah berjanji bahwa ia yang akan bertanggung jawab akan semua permasalahan tadi
“hyung.. kedua mata mu sudah sangat bengkak, berhentilah menangis” jongin mengelus-ngelus punggung minhyuk, walaupun ia menahan tawanya melihat wajah lesu minhyuk yang benar-benar kocak, padahal minhyuk tidak bermaksud untuk melawak
“a.. aku tidak tahu apa yang sedang kufikirkan sehingga air mata ini terus turun” jawab minhyuk


GUBRAK!


“ah loe masih aja bego, gue kira loe sedih ya sedih.. eh malah tambah parah” sahut kee
“yeee sekarang gue lagi sedih, loe aja yang gak tau gimana gue sedih” bela minhyuk
“kee jangan di sahut, biarin aja” potong baekhyun
“…”
“bego banget loe hyuk, tu nangis atau nahan tawa?” tawa baekhyun meledak
“jongin, ray! Bantu gue gotong baekhyun! Gue disuruh diem, malah dia yang nyautin si minhyuk, parah nya si minhyuk lagi diem” suruh kee dengan penuh amarah
“AAA AMPUN!!!” teriak baekhyun disaat badannya tengah di gotong oleh jongin, ray dan kee



“woy.. dokter datang” ujar minhyuk ketika dokter menghampiri nya, seketika baekhyun di telantarkan di lantai koridor begitu saja, akhirnya mereka berempat menghampiri minhyuk dan dokter
“bagaimana dok?” tanya baekhyun panik
“lee ji eun hanya kekurangan darah, hm.. apa kalian salah satu anggota keluarga nya?” dokter menatap heran kelima pria tampan di hadapannya itu
“YA!” jawab mereka kompak
“tapi.. kenapa tidak mirip dengan nya ya?” gumam dokter
“ah baiklah.. kami berbohong, kami adalah teman satu sekolah lee ji eun. Jieun sudah tidak memiliki keluarga” jelas ray
“ah seperti itu, lalu siapa yang akan bertanggung jawab?” tanya dokter itu
“aku” jawab ray cepat
“hey.. ray, disini bukan hanya kau. Tapi ada kami. Dokter.. Kami yang akan bertanggung jawab atas nama Lee Ji Eun” sahut kee sambil tersenyum tulus, sama seperti keempat pria lainnya.. mereka tersenyum tulus sama seperti niat mereka untuk menolong gadis yang telah masuk di diri mereka masing-masing
“… baiklah” dokter itu tersenyum melihat kelima pria tampan ini
“jadi, siapa yang dapat mendonorkan darah nya untuk lee ji eun?” lanjut dokter
“sebentar, lee ji eun bergolongan darah apa?” tanya ray pada dokter
“A, coba sebutkan apa golongan darah kalian?” dokter kembali bertanya untuk memastikan darah siapa yang cocok untuk lee ji eun
“seperti nya aku O” jawab ray
“aku juga O” sambung kee
“a.. aku apa ya? sepertinya O” baekhyun tampak berfikir
“kalau aku A” jawab jongin yakin
“lalu kau?” tanya dokter pada minhyuk
“aku M” jawab minhyuk polos, masih dengan wajah lesu nya
“woy! Golongan darah bukan inisial nama loe!” kee terbakar nafsu untuk marah
“mana gue tau! Emak gue belum pernah bawa gue ke posyandu!” bela minhyuk lagi
“sttt… inget ini rumah sakit” jongin tampak memberi isyarat untuk tenang dengan telunjuk yang ia tempelkan pada bibir nya
“iya-iya”
“hm.. sepertinya aku butuh golongan darah O” gumam dokter
“aku saja! Aku!” kee, baekhyun maupun ray berebut
“tapi kurasa kesehatan mu kurang” dokter melihat tubuh kee yang kurus dan tampak kelelahan
“baiklah aku saja! Aku fit, bugar, tampan dan sehat!” baekhyun tampak tidak ingin kalah
“tapi kau juga tampak kurang sehat”
“baiklah aku saja” ray memutuskan untuk menjadi relawan
“tapi tampak nya dia lebih sehat” dokter menunjuk baekhyun
“benar.. aku belum sempat untuk istirahat” ujar ray
“baiklah, aku akan memilih darah nya” dokter menunjuk baekhyun
“ayo ikut saya” lanjut dokter
“baik dokter” baekhyun mengikuti dokter, sebelumnya ia sempat menjulurkan lidah pada yang lainnya, merasa paling beruntung untuk sekedar memberi sedikit darah untuk jieun
“huh sombong, awas saja jika ia teriak kesakitan” cibir kee



20 minutes later



“E….. NYAK!!” terdengar teriakan baekhyun yang menggema di sekitar koridor lantai enam rumah sakit itu
“tuh kan udah gue bilang” gumam kee
“iya tuh, dia Cuma sok sok an doang” sambung ray
“stt diem, si baekhyun lagi nangis” sahut minhyuk
“tuh wujud nya mendekat” kini giliran jongin yang membuka suaranya
“huhuhuhu… ray, kee, minhyuk, jongin.. sakit!” baekhyun menunjukkan dimana letak tangan nya di suntik
“makanya jangan sombong” cibir kee
“gue gak sombong!” bela baekhyun
“terus apa?”
“Cuma pamer” jawab baekyun polos
“woy! Bakar hidup-hidup ni bocah!” perintah kee
“nyok!”
“maaf, bisa volume suara nya di pelankan? Disini rumah sakit” tampak salah satu perawat membuka pintu kamar pasien yang dekat dengan tempat duduk tunggu yang menjadi tempat keempat alien dan jongin duduk
“eh iya, maaf mbak” ray menundukkan kepalanya
“tuh kan gara-gara loe lagi” tuduh kee pada baekhyun
“loe yang duluan ribut!”
“udah-udah, sekarang coba kita samperin jieun” ray berusaha melerai






“lee.. ji.. eun!” sapa kelima pria tampan itu setelah berada di wilayah kamar jieun, yang di panggil hanya tersenyum melihat orang-orang yang telah melindungi hidup nya
“bagaimana keadaan mu? sudah lebih baik?” tanya ray panik, jieun hanya mengangguk
“itu tadi darah nya..
“sstt” baekhyun tampak menyikut minhyuk
“diam” bisik baekhyun pada minhyuk, minhyuk hanya mengangguk
“lee min hyuk, sabar ya.. aku tahu kau pasti terluka, tapi yoona eonnie tidak seperti itu” ujar jieun
“hm, aku tau.. aku sudah melupakannya”
“cepat sekali” sahut jongin
“karena.. hahaha karena ada kalian yang menghibur ku” minhyuk tertawa, tapi jika dilihat lebih dekat, mata minhyuk tampak berkaca-kaca
“tapi bagimu sulit untuk melupakannya” ray menatap jieun
“hmm.. aku tidak ingin melupakan mereka” jieun tersenyum
“ta.. tapi, mereka sudah melukai mu!” jongin kembali emosi ketika mengingat kejadian tadi
“entahlah, mengapa aku tidak bisa melupakan mereka padahal mereka telah melukai ku. Tapi dengan kejadian itu, aku sedikit lega.. karena keadaan mereka baik baik bahkan sehat, mungkin dengan cara kemarin, perasaan kesal mereka terhadap ku mereda.. bukan karena itu saja perasaan ku menjadi lebih lega, karena aku sudah menjalankan janji ku pada kalian untuk menemukan cinta pertama kalian, walaupun diluar dugaan ku jika kejadian nya akan seperti ini.. sekali lagi maafkan aku karena telah membawa kalian ke dalam masalah ku yang benar-benar rumit” jelas jieun yang masih terbaring lemah di tempat tidur nya
“aku? Perasaan ku juga menjadi sangat lega.. awalnya setelah mendengar kabar jika eunji telah bertunangan dengan dokter pribadi nya itu, perasaan ku kacau.. marah, sedih, kesal dan banyak lagi perasaan yang ku rasakan saat itu. Tapi akhirnya aku sadar, disaat eunji lemah.. aku tidak ada, jelas saja perasaan nya padaku pasti berubah. Sekarang aku benar-benar ikhlas untuk menyerah kan jung eun ji pada dokter muda itu, karena dirawat oleh nya.. kesehatan eunji lebih baik. Kau tidak perlu meminta maaf jieun, berkat kau.. aku banyak belajar tentang pengalaman hidup” jelas kee, sekilas.. ia mengingat kejadian awal ketika ia mengenal eunji lewat dunia maya, lalu membawanya ke korea untuk tinggal dan belajar itu semua karena jung eun ji.. tapi sekarang ia berusaha melepaskan kenangan itu
“…” jieun tersenyum, matanya berkaca-kaca
“aku tahu kau pria yang kuat kee” baekhyun menepuk pundak kee sambil tersenyum
“terima kasih baekhyun” kee membalas senyuman baekhyun dengan senyuman termanis nya
“berkat kejadian menyeramkan tadi rasa rindu ku padanya pun lenyap hahaha.. kurasa aku tidak mencintai nya lagi. Karena ada kalian, dan jieun perasaan itu tiba-tiba lenyap, benar kata jongin.. aku baru merasakan sihir dari kalian, aku langsung tersenyum jika melihat kalian, melupakan kejadian menyeramkan. Kau tidak perlu minta maaf lagi jieun, tidak masalah” minhyuk tersenyum, fikiran buruk dan kenangan indah nya itu telah mengalir tanpa arah
“aku.. entahlah, kuharap jika nanti aku bertemu bae su ji ia tidak berubah” sahut baekhyun
“tapi.. sepertinya, rasa ku padanya telah hilang” lanjut nya di dalam hati
“sudah ku katakan berapa kali lee ji eun, aku dan yang lainnya menjaga dan melindungi itu dengan tulus.. kau tidak perlu meminta maaf lagi” sebanrnya ray bosan mengucapkan kalimat ini pada jieun, tapi.. selalu saja ada senyuman yang tulus terukir di bibir nya ketika mengucapkan kalimat ini
“ah iya! Aku setuju dengan mu ray, aku juga bosan mendengar jieun mengatakan ‘aku minta maaf’ atau ‘terima kaish banyak’ sudah ku katakan berapa kali lee ji eun.. jangan mengatakan kalimat itu lagi” baekhyun benar-benar memohon
“baiklah, aku membutuh kan kalian” koreksi jieun cepat lalu tertawa, kelima pria itu pun ikut tertawa
“hey! Aku belum diberi kesempatan untuk berbicara!” sahut jongin
“hahaha baiklah, cepat katakan”
“bisakah aku bergabung dengan kalian?” tanya jongin, seketika suasana itu hening dan tertuju pada kedua mata jongin
“kau bodoh kim jong in!” bentak kee
“benar!” sahut ray
“m.. maksud kalian?” jongin ragu untuk bertanya, ia takut jika pertanyaan yang di lontarkan nya tadi itu menyinggung keempat alien dan jieun
“kau salah!” bentak baekhyun lebih keras dari kee maupun ray
“m.. ma.. maafkan aku” jongin cepat-cepat meminta maaf
“tidak!” minhyuk mulai menyumbang suara nya
“…”
“kau salah.. pertanyaan mu itu salah besar kim jong in, bukan kah kau sudah bergabung dengan kami?” jieun membuka suaranya, dan membuat wajah sedih jongin berubah menjadi seperti biasanya.. tampan. Sedangkan keempat alien hanya tertawa karena telah berhasil mengerjai kim jong in, junior mereka






“kau yakin.. hh.. hh.. kau yakin tadi im yoon ah berada di rumah sakit ini?” tanya joong ki pada jiyeon
“tentu!” jawab jiyeon yakin
“sooyoung dimana?” tanya joong ki yang baru sadar jika sooyoung tidak berada di sisinya
“entahlah, tadi ia bilang.. ia megurus urusan sekolah yang mendadak” jawab jiyeon
“oh iya, tadi ia sempat mengatakan padaku ‘jiyeon-ah.. katakan pada joong ki oppa, aku yakin jika disini ada lee ji eun pasti ada keempat pria bodoh itu. Enyahkan keempat pria itu langsung di tempat! Kau harus mengawasi joong ki oppa, karena aku.. ada sedikit urusan di sekolah, shh sebenarnya aku membenci acara dadakan seperti ini, tapi agar mendapatkan nilai bagus aku harus segera kesana.. jaga joong ki oppa baik-baik, ingat langsung enyahkan keempat pria bodoh itu!’ seperti itu yang dikatakan sooyoung” jiyeon mengulang kalimat yang tadi sempat diucapkan sooyoung kepadanya
“tentu, aku akan mengenyahkan mereka secepatnya” gumam joong ki
“ayo masuk” lanjut nya






02.00 am


“jieun.. kau juga tidak bisa tidur?” tanya jongin
“hm, kau tidak tidur?”
“tidak bisa, aku memiliki firasat buruk”
“sama”
“bagaimana keadaan mu?”
“sudah lebih baik”
“bagaimana jika kita kabur dari sini”
“m.. maksud mu?”
“kurasa song joong ki..


TAP..


TAP..


TAP..



“jongin! Cepat kunci pintu nya!” suruh jieun panik, dengan cepat jongin mengunci pintu kamar jieun
“cepat bangunkan yang lainnya tanpa suara, aku berusaha melepas infus ku!” suruh jieun lagi, suaranya hampir tida terdengar



TAP..



“ray! Baekhyun! Kee! Minhyuk! hyung! Bangun! Joong ki akan kemari.. langkah nya semakin mendekat!” jongin berusaha membangunkan keempat alien dengan mengguncang-guncangkan badan keempat alien karena ia yakin suara nya tidak akan di dengar
“ada.. apa kim jong in?” baekhyun.. ya dia orang pertama yang berhasil bangun
“jieun apa yang kau lakukan!” baekhyun hampir berteriak, dengan sigap jongin membungkam mulut baekhyun
“hyung.. tenang, jangan berisik.. kita akan pergi dari rumah sakit ini, joong ki akan datang, sekarang bantu aku untuk membangunkan yang lain. Jieun, akan baik-baik saja.. yakinlah” jelas jongin tepat berada di telinga kanan baekhyun, baekhyun lalu menuruti kata jongin.. ia membangunkan yang lainnya dan menjelaskan apa yang tadi jongin jelaskan padanya



TAP..



TAP..



“dia berusaha mencari kamar mu jieun..” sahut ray
“stt.. jangan berisik” ujar jieun pelan, ia meringis kesakitan karena infus nya telah ia lepaskan
“tenang.. tenang.. tenang” gumam minhyuk
“semua kemarilah” kee menyuruh yang lainnya untuk mendekat untuk melihat tak tik yang telah difikirkannya
“jadi..



TAP..



TAP..



“tenang.. kee tenang” baekhyun berusaha menenangkan suasana, padahal baju yang ia kenakan sudah basah karena keringat nya
“baiklah, jadi baekhyun dan ray..



DRAP..



DRAP..



“joong ki oppa! Kau sudah mendapatkan kamar jieun?” tampak jelas suara yang berasal dari koridor, tepat di depan kamar jieun yang berhasil membuat keenam orang yang berada di kamar jieun semakin bergidik ngeri
“tenang..
“baekhyun dan ray akan membantu jieun untuk kabur dari sini melewati.. jendela itu” kee menunjuk jendela yang cukup besar yang berada di dekat sofa
“lalu, aku, minhyuk dan jongin akan memancing joong ki, kami bertiga akan lewat pintu depan, aku akan menjadi incaran pertama, sedangkan jongin dan juga minhyuk.. kalian menjadi incaran kedua joong ki, kalian siap? Ini tidak beda jauh dengan tak tik seung ho sewaktu di jeju, tapi ku harap ini berhasil”
“hm”
“baiklah.. dalam hitungan tiga.. semua
“tunggu!”
“apa lagi baekhyun?”
“kita akan bertemu di mana?”
“hm.. disini daerah.. ah! Taman kanak-kanak yang pernah kita kunjungi waktu itu! Disana ada pintu belakang, aku yakin disana tidak terkunci karena pintu nya rusak.. tapi tenang, kita bisa masuk ke dalam sana” jelas kee
“baiklah”
“satu..
 Dua..
 Tiga”
“cepat baekhyun!” baekhyun yang pertama keluar lewat jendela besar itu, kemudian ray..
“jieun ayo!” ray berusaha menarik jieun keluar, tapi..



TAP..



TAP..



“tidak! Disana ada joong ki! Dia mengetahui jejak kita!” teriak baekhyun, ia dan ray berusaha menarik jieun yang masih dalam keadaan lemah tidak berdaya
“cih.. berusaha kabur.. kali ini kalian tidak akan kubiarkan!” gumam joong ki, ia menyembunyikan pisau tajam di balik punggung nya
“cepat lari ray! Lari baekhyun!”
“tidak akan jieun! Cepat! Cepat!” ray berusaha menarik jieun sekuat-kuat nya



BRUK



“jieun! Ayo lari!” baekhyun menarik tangan jieun, sedangkan jieun masih sangat sulit untuk berdiri
“a.. aku tidak kuat!”
“kau pasti kuat jieun!” ray berusaha membantu baekhyun, walau ia sedikit kesulitan karena membawa tas milik jieun
“TIDAK AKAN KUBIARKAN KAU KABUR LAGI LEE JI EUN!” teriak joong ki yang jarak nya benar-benar sudah dekat dengan jieun, baekhyun maupun ray



GREP



            Kaki kanan jieun berhasil ditangkap oleh joong ki..



“LEPASKAN LICIK!” teriak baekhyun
“baekhyun.. ray.. jangan tinggalkan aku” ucap jieun lirih, ia benar-benar kesakitan, tubuh nya ditarik berlawanan arah.. sedangkan tubuhnya benar-benar tidak sehat
“SABAR JIEUN! KAU KUAT! ADA KAMI DISINI!” ray berusaha menarik lengan jieun
“tuhan.. tolong aku” batin jieun






BRAK!



            Pintu itu berhasil terbuka oleh kee, mereka bertiga sempat khawatir mendengar teriakan di luar sana. Tapi mereka memutuskan untuk tenang dan menjalani tak tik kee dengan baik.


“disini.. tidak ada joong ki” bisik kee setelah melihat keadaan di luar kamar jieun
“minhyuk.. jongin, kalian cepat lari keluar dari rumah sakit, kalian tunggu aku di pohon besar yang persis berada di luar rumah sakit.. aku akan mengecek keadaan” kee memerintah dengan suara yang sangat minim, untung saja jongin dan minhyuk mendengar semua yang dikatakan kee
“cepat LARI!” perintah kee, dengan sigap.. minhyuk dan jongin segera lari dari kamar itu.. baru saja kee akan melangkahkan kaki nya.. tiba-tiba



GREP!



“satu orang bodoh ini telah ku tangkap!” kedua tangan kee telah di kunci oleh jiyeon yang telah berhasil menangkap nya
“cih.. semudah ini menangkap orang bodoh!” lanjut nya
“diam kau! Jika bergerak sedikit, aku akan membunuh mu!” bisik nya tepat di telinga kee.. tanpa sadar kee menjatuhkan air mata nya






“LEE JI EUN! KAU PASTI BISA! AYO PEGANG TANGAN KU ERAT!” teriak baekhyun, sebenarnya ia sungguh tidak tega melihat gadis dihadapannya ini menderita.. menjadi bahan tarik menarik disaat tubuh nya benar-benar lemah
“JIKA KAU LARI! KAKI MU AKAN KU POTONG MENJADI BEBERAPA BAGIAN!” ancam joong ki, pisau yang disembunyikannya tadi kini tengah berada tepat di atas kepalanya
“JIEUN-AH!! PEGANG TANGAN KAMI ERAT!” ray ikut berteriak, menangis.. ya ia dan baekhyun menangis.. tertusuk melihat keadaan yang tengah di hadapinnya
“JANGAN TINGGALKAN AKU RAY! BAEKHYUN! TOLONG AKU!” suara jieun hampir tidak terdengar karena tangisan nya



GREP



            Tangan jieun berhasil menggenggam kedua tangan ray dan baekhyun..



“INGAT JIEUN.. JIKA KAU LARI! KAKI MU AKAN..



GREP



            Baekhyun dan Ray berhasil membawa jieun lari dari hadapan joong ki



“TIDAK BISA KUBIARKAN KALIAN LARI!” tanpa basa basi, joong ki ikut mengejar jieun, ray dan baekhyun
“jieun.. sabar, kau pasti kuat” air mata ray masih mengalir, terlebih baju nya telah basah dengan darah milik jieun yang keluar dari tangannya
“sebentar lagi kita akan sampai, terus pegang tangan ku dan ray.. kau pasti akan kuat! Kau harus yakin jieun!” baekhyun tampak menggenggam tangan jieun erat, walaupun tangannya telah bergabung dengan darah jieun yang berasal dari tangan yang ia genggam
“aku akan berusaha.. aku membutuhkan kalian.. byun baek hyun.. kim hyun il” jieun berusaha menggenggam erat kedua tangan besar yang berhasil membawa nya kabur dari joong ki






“LEPASKAN AKU!” kee berusaha memberontak
“sudah ku bilang.. jika kau bergerak.. kau akan mati di tempat! Karena aku membawa pisau” ujar jiyeon santai, jiyeon membawa kee entah kemana
“kee.. berfikirlah.. jieun.. ray.. baekhyun.. minhyuk.. jongin membutuhkan mu! berfikir! Berfikirlah!” batin kee, ia berusaha diam dan berfikir
“ternyata jika dilihat dari dekat, kau lumayan tampan” bisik jiyeon
“…”
“hey jawab!” jiyeon memukul kepala kee keras untuk sekedar pemberitahuan agar kee membalas ucapannya
“…”
“JAWAB BODOH!”



BRUK



            Kee tersimpuh lemah di lantai.. jiyeon berhasil menendang punggung kee



“cih.. KAU YANG BODOH!” kee berusaha bangkit walau tenaga nya sudah terkuras habis.. lalu ia menoleh sebentar untuk segera berpamitan pada jiyeon, tanpa basa basi lagi ia berlari sekuat tenaga untuk kabur dari jiyeon.. kee tidak peduli berapa banyak darah yang keluar dari sudut bibir nya, ia hanya berlari.. berlari.. dan berlari untuk menghindar dari jiyeon





“bagaimana keadaan yang lainnya?” tanya jongin pada minhyuk, sekarang mereka berdua berada di balik pohon besar
“ku harap baik-baik saja, kita tunggu kee saja” jawab minhyuk



DRAP..



DRAP..



“siapa itu?” tanya jongin, minhyuk berusaha mengintip di balik pohon besar itu
“ah.. itu.. itu kee!” jawab minhyuk, kemudian ia dan jongin berusaha memberi inisial bahwa keberadaan mereka berada di balik pohon pada kee
“CEPAT!”
“AYO KEE”
“HYUNG BERLARI LEBIH CEPAT!”
“hh.. hh.. h.hh.” kee berusaha menetralkan aliran nafasnya
“hyung..” jongin sekilas memeluk kee, ia sangat panik
“kita tunggu baekhyun, ray dan jieun.. jangan berisik.. karena joong ki dan jiyeon tengah berusaha mengejar kita!” bisik kee
“hm..”


DRAP..



DRAP..



DRAP..



“kee.. itu.. ITU JIEUN!” teriak minhyuk
“jongin, cepat beri inisial!” suruh kee, segera jongin memberi inisial.. tapi
“TIDAK! HYUNG DISANA ADA JOONG KI!” teriak jongin
“CIH! Cepat lari!” kee menarik tangan jongin dan minhyuk untuk segera lari






“joong ki oppa!” teriak jiyeon dari jauh
“cih.. kau bodoh jiyeon!” gumam joong ki yang masih berusaha mengejar jieun, ia sekilas melihat jiyeon tengah di sandera oleh keamanan rumah sakit
“paman.. dia provokator nya, tangkap dia juga” bisik jiyeon pada salah satu keamanan






“KEE!” teriak baekhyun ketika melihat kee, minhyuk dan juga jongin berlari di hadapannya
“pegang tangan ku! JIEUN! KAU PASTI KUAT!” ray, baekhyun maupun jieun berusaha menjajarkan langkahnya dengan ketiga pria tampan yang berada di depannya



GREP



            Mereka berenam berhasil berpegangan tangan satu sama lain dan berlari sekedar untuk menghindar dari kejaran Song Joong Ki.. walau tenaga mereka sudah terkuras habis, tapi mereka sendiri masing-masing menyemangati yang lainnya agar terus berlari..



GREP..



“tertangkap!”
“apa yang kau lakukan di rumah sakit! Membuat ulah saja!”
“cih..” joong ki tampak meludah tepat di sepatu salah satu keamanan yang berhasil menangkap nya. Terlihat dari jauh, gadis bertubuh jangkung tengah bersembunyi di balik dinding dan tersenyum puas melihat kejadian barusan
“mudah sekali mempengaruhi nya” gumam nya






08.00 am

“guru fany! Ada mayat disini!” teriak salah satu murid, ia menarik tiffany yang tengah mengajar ke pintu keluar
“ya tuhan! Taeyeon eonnie!” teriak guru muda itu






“b.. bukan kah kalian yang pernah mengajar di sekolah ini?” tanya taeyeon ketika keenam orang yang disangka mayat ini telah membersihkan diri dan membalut luka-luka nya, hm.. sudah sedikit berpenampilan rapi dari sebelumnya
“b.. benar” jawab kee yang masih sulit untuk berbicara karena bibir nya sedikit terluka
“apa yang terjadi pada kalian? Mengapa bisa seperti ini?” tanya taeyeon lagi, jongin berusaha menjelaskan nya dari awal.. kesehatan jongin adalah yang paling normal, jadi ia memutuskan untuk yang menjelaskan kronologi kejadian keempat alien, jieun dan dirinya dari awal sampai masuk ke sekolah taman kanak kanak ini
“jadi.. hanya bae su ji saja yang belum kalian temukan?” tanya tiffany yang baru bergabung disaat jongin menjelaskan di bagian pertengahan
“benar” jawab jongin, sedangkan yang lainnya hanya mengangguk
“hmm.. dimana keberadaannya?” tanya fany lagi
“amerika, sepertinya di Los Angeles” jawab jongin lagi
“kenapa kebetulan sekali..” gumam nya
“maksud nya?” tanya taeyeon yang ternyata mendengar gumaman fany. Tampak, fany mencari sesuatu di dalam tas nya, kemudian meletakkan nya di atas meja
“aku berniat untuk berlibur ke LA minggu ini bersama teman dekat ku, tapi.. karena kebetulan kalian membutuhkan nya dan.. sudahlah, ini ada delapan tiket pesawat untuk pulang pergi LA-Seoul. Anggap ini adalah hutang kami karena kami belum membayar hutang kami sedikitpun pada kalian yang pernah mengajar anak-anak” fany menyerah kan kedelapan tiket pesawat itu ke tangan jongin
“…”
“terima kasih!” ucap mereka berenam sambil menitikan air mata tidak percaya



To Be Continue


Note :

Maaf untuk yang kemarin, aku baru ngepost tadi pagi.. dan langsung ngetik ngebut untuk eps 25.. beuh semangat 45 nih ngerjain ini ^^
Gimana nih?
Komentar nya dong..
Aku udah gilak-gilaan buat beginian.. susah-susah gak tidur, untuk buat our life kali ini..
Aku mohon Cuma komentar kalian aja kok..
Gak neko-neko..
Kasih kenangan buat aku dong, bentar lagi aku cuti T^T
Udah ah, eh iya maaf banyak typo ya kekeke

Salam..
Our Life

6 komentar:

  1. Ommo, kasian bgt jieun. Baru aja dpt donor darah udah dicabut lagi. Bisa habis lagi ntar . Aiissss, jongki oppa, meskipun kau sangat tampan dan salahsatu aktor favoritku, tapi aku harus membencimu disini. Huhuhu
    Jd sepertinya eps selnjutnya mereka ke LA? Iya kan? Hehehe update soon. Fighting :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sebenarnya yang ngetik juga ngeri-ngeri gitu kekeke, tapi kan keren banget tuh lee ji eun jadi keliatan pemberani banget, aku suka karakter yang begitu daripada yang manja2.. kalau kamu suka yang begimana?

      Hapus
    2. Yaps, samaaa . Aku juga lebih suka karakter yg kuat. Soalnya kalo manja2 atau terlalu lemah itu bawaannya bikin aku gemes & gampang bikin bosen soalnya nggak ada tantangan yg berarti. #ceileh . Hahaha

      Hapus
  2. Ommo, kasian bgt jieun. Baru aja dpt donor darah udah dicabut lagi. Bisa habis lagi ntar . Aiissss, jongki oppa, meskipun kau sangat tampan dan salahsatu aktor favoritku, tapi aku harus membencimu disini. Huhuhu
    Jd sepertinya eps selnjutnya mereka ke LA? Iya kan? Hehehe update soon. Fighting :)

    BalasHapus
  3. menegangkan deh pas mencoba kabur dari joongki. pas joongki di tangkap, ada wanita jangkung, siapa? sooyoung kah? kalo bener itu sooyoung, sebenernya dia ada di pihak siapa? penasaran deh. keep writing ya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah syukur deh kalau km kena feel nya :D
      waduh jawab gak ya? hehe nanti kamu juga bakalan tau kok :)
      sip, thanks ya ^^

      Hapus

isi nama kalian ya :) komen apapun juga, kritik juga gak apa kok :D