Senin, 17 Juni 2013

Still Loving You Part 1




Main cast   :
Park Chanyeol  (Exo k)
Jung Eun Ji   (A-pink)
Jung Jinyoung (B1A4)

Author :
Lee Hyun Jin (Nada Syafika)

Genre :
Romance

Length :
Chapters




“Annyeonghaseo eunji-ya”  panggil chanyeol di depan pintu apartement eunji.
“Sshh… Siapa yang datang pagi-pagi seperti ini?” gumam eunji dengan mata yang masih tertutup.
“Eunji-ya ini aku chanyeol, bukalah pintunya aku ingin bicara denganmu!” teriak chanyeol yang masih ada di depan pintu apartement eunji.
“Sshh… Tunggu sebentar chanyeol” eunji bergegas menuju pintu.


Dan pintupun di buka eunji dengan keadaan setengah sadar  o.O


“Eh? Eunji-ya bukalah matamu itu , bagaimana caramu bisa membuka pintu ini?”  tanya chanyeol heran sambil menepuk-nepuk pipi eunji.
“Sshh.. chanyeol sakit! Iya aku akan membuka mata ku!” bentak eunji pada chanyeol.
“Eh.. ada apa pagi-pagi gini kau datang ke apartementku? Tumben pakaianmu serapih ini, biasaya kau datang ke apartementku dengan keadaan belum mandi atau masih kucel #eh..”  lanjut eunji sambil menutup mulutnya karena tadi ia membuka kebiasaan buruk chanyeol
“Sshh.. Eunji-ya bisakah kau tidak membuka aibku juga” sahut chanyeol dengan nada kesal.
“Emang salah kalau berpakaian serapih ini?” lanjut chanyeol.
“Salah? Gak salah, hhmm.. tapi tidak seperti biasanya kau berpakaian serapih ini, dan jarang sekali pagi seperti ini kau datang ke apartementku, emang kau mau kemana?” tanya eunji bertubi-tubi.
“Aku sudah merencanakannya dari seminggu yang lalu eunji-ya, sekarang waktu yang tepat,aku akan mengajakmu keliling kota seoul” jawab chanyeol dengan bahagia.
“Keliling kota seoul? Tidak mungkin, jangan bilang gagal lagi seperti waktu SMA, kau pernah mengucapkannya saat SMA pada ku, tapi kau hanya mengajak ku makan saja dan setelah itu pulang” kata eunji panjang lebar seakan ia tidak percaya dengan ajakan chanyeol.
“Ya, Itu waktu SMA eunji-ya, kali ini aku serius akan mengajakmu jalan-jalan sampai malam hari, aku akan mengajak mu bersenang-senang, apa kau tidak bosan setiap libur kau hanya diam terus di apartement?” jawab chanyeol sambil merayu eunji.
“Jinjjayo? Kau serius chanyeol? Kau tidak berbohong lagikan dengan ku? Hmm.. sebenarnya aku sangat bosan diam di apartement terus, tapi kau serius kan akan mengajak ku jalan-jalan?” tanya eunji bertubi-tubi pada chanyeol.
“Aku serius eunji-ya, aku tidak berbohong lagi pada mu eunji-ya” jawab chanyeol ia tersenyum pada eunji.
“Kalau begitu aku siap-siap dulu, kau tunggu disini dulu ya”


1 jam kemudian akhirnya eunji kembali menuju ruang tengah apartementnya, karena chanyeol sudah lama menunggu eunji bersiap-siap untuk pergi bersamanya.


“Sshh..eunji-ya bisakah kau cepat berdandannya” cibir chanyeol, ia sudah lama menunggu eunji yang begitu lama.
“Tunggu sebentar chanyeol, tidak tau saja kalau wanita ingin di ajak jalan-jalan, kan harus berpenampilan menarik” jawab eunji yang sedang bercermin.
“Sshh.. Dasar cewek!!” batin chanyeol.
“Ayolah eunji-ya cepat nanti waktu kita buat jalan-jalan terbuang sia-sia, hanya buat berdandanmu” bisik chanyeol pada eunji.
“Sebenarnya aku suka cewek yang apa adanya, tidak berlebihan” lanjut chanyeol.
“Ha? Ya sudahlah, aku sudah selesai kok” kata eunji sambil tersenyum pada chanyeol.
“…”
“Kenapa aku baru sadar dia sangat manis sekali jika tersenyum?  Dan berdandan seperti ini, dia sangat cantik dan aku suka melihatnya” batin chanyeol.
“Hay! Chanyeol kenapa kau melamun seperti itu melihat ku? Apa aku aneh ya berpakai seperti ini?” tanya eunji sambil melihat pakaiannya.
“Ha? Kau sangat manis eunji-ya” jawab chanyeol yang tidak sadar langsung keluar dari mulunya itu.
“A..apa chanyeol? Kau katakan apa tadi? Sadar chanyeol”  tanya eunji sambil memukul bahu chanyeol.
“Ha? Ti..tidak aku tidak mengatakan apa kok, ayo kita berangkat” sahut chanyeol yang mengalihkan pembicaraan eunji.
“Kau bohong chanyeol” sahut eunji sambil mengerucutkan bibirnnya.
“Ayolah eunji-ya kita berangkat” ajak chanyeol lalu menarik tangan eunji.


***


“silahkan masuk eunji” perintah chanyeol sambil tersenyum pada eunji dan membukaan pintu mobilnya.
“gomawo chanyeol” jawab eunji dan membalas senyuman yang diberikan chanyeol.


Setelah chanyeol membukakan pintu mobilnya untuk eunji, ia lalu bergegas masuk kedalam mobilnya, dan ia mengendarai mobilnya, dan di dalam perjalanan nya, mereka menikmati setiap jalan yang mereka lalui.


“Hay! Eunji-ya kenapa kau diam saja?”  tanya chanyeol yang memecahkan kesunyian.
“Aku tidak ingin menghilangkan konsentrasi mu di saat kau menyetir mobil, kalau kau tidak konsentrasi sangat berbahaya untuk kita” jawab eunji sambil tersenyum lagi pada chanyeol.
“Baiklah eunji-ya, kita pergi ke sungai han, kau ingin kesana tidak?” tanya chanyeol
“Baiklah chanyeol aku ingin kesana”
“Jarang sekali melihat eunji diam seperti ini, dan menikmati perjalanan, tidak seperti biasanya, biasanya ia sangat cerewet, tapi.. kenapa sekarang ia sangat pendiam seperti ini?” batin chanyeol.


***


AT SUNGAI HAN..


“ Eunji-ya kita sudah sampai” kata chanyeol sambil membukakan pintu untuk eunji.
“Gomawo chanyeol” eunji hanya senyum pada chanyeol.
“Hay! Eunji-ya kita kesana yuk, itu pemandangannya sangat indah sekali” tarik tangan eunji.
“Ya! Chanyeol pelan-pelan, aku hampir jatuh” bentak eunji pada chanyeol.
“mianhae eunji-ya”
“Kau suka tempat ini eunji-ya?” lanjut chanyeol.
“Tempat ini mengingatkan aku pada seseorang, tapi…” pembicaraan eunji terpotong oleh chanyeol.
“Eunji-ya jangan membicarakan masa lalu, aku tau akhirnya kau akan sedih, apa aku salah mengajakmu kesini?” Tanya chanyeol.
“Kau tidak salah chanyeol, aku ingin datang kesini.. ingin mengenang masa-masa ku dengan jinyoung oppa” sahut eunji.
TES!
“Hya! Eunji-ya kenapa kau menangisi orang seperti dia?” tanya chanyeol.
“Mianhae chanyeol” jawab eunji.
“Sudahlah eunji-ya kau jangan menangisi orang seperti dia, kau tau kejadian 2 tahun yang lalu, apa kau masih ingat eunji-ya?” tanya chanyeol.
“Aku ingat chanyeol, aku teringat lagi dengan kejadian itu” sahut eunji sambil menangis.
“Kenapa kau harus teringat lagi pada orang resek seperti dia? Aku salah mengajak mu kesini eunji-ya? maaf aku lupa” batin chanyeol.
“Eunji-ya jangan nangis lagi” sahut chanyeol sambil memeluk eunji
“Gomawo chanyeol”
“Jangan menangis lagi eunji-ya, tadi aku berjanji pada mu, aku ingin mengajak mu bersenang-senang” kata chanyeol lembut sambil mengelus rambut eunji.
“Aku ingin pergi dari tempat ini chanyeol, aku tidak ingin mengenang masa lalu itu lagi, itu cukup sakit bagi ku, entalah apa ia juga merasakan apa yang kurasakan saat ini”
“Orang seperti dia tidak merasa kalau dirinya sudah membuat kesalahan yang sangat besar!” bentak chanyeol.
“Sudahlah chanyeol, ayo kita pergi dari tempat ini” ajak eunji sambil tersenyum pada chanyeol, matanya masih berkaca-kaca.


Eunji membalikan badannya hendak bergegas menuju mobil chanyeol dan tidak di sangka. Orang yang dari tadi ia bicarakan dengan chanyeol sehingga membuat eunji menangis. Orang itu sedang berada di sungai han..


“JUNG JIN YOUNG!!” batin eunji, matanya membulat.
“Eunji-ya kenapa wajah mu seperti itu?” tanya chanyeol heran melihat ekspresi eunji.. seperti melihat hantu saja, batinnya.
“Kenapa ia berada disini? Apa ia juga merasakan apa yang selama ini kurasakan? Apakah ia merindukan tempat ini? Apa ia ingat kejadian 2 tahun yang lalu?” batin eunji, ia terus bertanya pada dirinya sendiri.
“Eunji-ya kau mendengar ku?” Tanya chanyeol, ia merasa pertanyaannya tadi hanya angin lalu
“Aku ingin menyapanya, tapi kurasa waktunya tidak tepat, aku tau sekarang aku sedang bersama chanyeol, sedangkan chanyeol mengetahui kejadian 2 tahun yang lalu, kalau ia mengetahui jinyoung oppa berada disini, aku tau apa yang akan chanyeol lakukan pada jinyoung oppa” batin eunji sambil menundukkan kepalanya.
“Hay! Eunji-ya kenapa kau menunduk? Lihat aku eunji-ya, dari tadi kau tidak menjawab pertanyaan ku, kau kenapa? Kau sakit? Kalau begitu kita pulang saja, aku akan mengajak mu jalan-jalan lain waktu saja” Tanya chanyeol bertubi-tubi, ia sangat khawatir dengan keadaan eunji yang benar-benar tidak seperti biasanya.
“Mianhae chanyeol, aku tidak ingin membuat mu kecewa, kau sudah rela datang pagi-pagi ke apartement ku untuk mengajak ku pergi, maaf ini semua salah ku, aku sudah membuat suasana menjadi seperti ini, mianhae” jawab eunji.
“Bukan kau yang salah eunji-ya, aku yang salah, kenapa aku harus membawa mu ke sungai han ini? dan aku baru ingat, mianhae eunji-ya” jawab chanyeol.
“Kau ingin pulang untuk menenangkan fikiran mu eunji-ya? Jalan-jalan ini kita bisa lanjutkan minggu depan saja, oke?” lanjut chanyeol tersenyum pada eunji.
“Hmm.. iya aku ingin pulang, mianhae chanyeol” jawab eunji yang terus meminta maaf pada chanyeol.
“Baiklah kita pulang sekarang” kata chanyeol sambil memegang tangan eunji.


Jinyoung POV

Sungai ini tidak ada bedanya, masih seindah seperti 2 tahun yang lalu, aku kembali ke korea hanya ingin mengunjungi sungai ini, apa dia masih sering ketempat ini? Setelah kejadian 2 tahun yang lalu, aku rindu dengannya, dimana dia sekarang? Aku rindu dengan suaranya, senyumannya. Tapi.. apa aku bisa bertemu dengannya. Sungai ini yang selalu mengingatkan ku padanya, aku melihat sekeliling sungai han. Tapi.. aku melihat seperti ada sosok eunji disini. Apa itu hanya ilustrasi ku? Tidak mungkin ia datang ke tempat ini lagi. Hay! Jinyoung ini semua salah mu, kenapa dulu kau menyianyiakan eunji? Jinyoung-ah kau bodoh!!

Jinyoung POV END


***


“Eunji-ya aku pulang dulu ya, kau istirahat saja” sahut chanyeol sambil mengelus-elus rambut eunji.
“Baiklah, chanyeol-ah hati-hati ya” jawab eunji sambil tersenyum pada chanyeol.
“Annyeong eunji-ya” chanyeol melambaikan tangannya pada eunji sambil tersenyum.

Eunji POV

            Kenapa aku harus mengingat dia lagi? Terlalu banyak kenangan di sungai itu, kejadian itu sudah lama. Kenapa aku harus mengingatnya lagi? Eunji-ya kau sangat bodoh! Kenapa kau mau saja di ajak chanyeol ke tempat itu! Dan dia juga datang ke tempat itu dengan waktu yang sama. Kenapa kau harus kembali lagi ke seoul jinyoung-ah?!

Eunji POV END


***


“Aku ingin bertemu dengan eunji, apa dia masih tinggal di apartement itu?” gumam jinyoung.
“Ya! Kenapa aku tidak temui dia sekarang saja?” batin jinyoung.


            Di lain sisi, chanyeol telah mengetahui jika jinyoung tadi berada di sungai han  dan chanyeol tau tadi eunji melihat jinyoung, maka dari itu ia cepat-cepat membawa eunji kembali ke apartement. Lalu chanyeol kembali ke sungai han untuk menemui jinyoung, tapi apa yang di dapatkan oleh chanyeol?


“Shh! Aku telat! Dia sudah pergi!” desis chanyeol kesal karena ia tidak dapat menemui jinyoung.
“A..apa dia pergi ke apartement eunji? Ah? Ini bahaya! Aku harus cepat pergi ke apartement nya! Aku harus mendapatkan orang itu!” batin chanyeol.
“Wah~ tempat ini tidak ada yang berubah, masih seperti yang dulu” gumam jinyoung sambil tersenyum melihat apartement yang eunji tempati.
“Aku akan menemui dia sekarang juga!” batin jinyoung.
“Aku lupa kamar eunji nomer berapa? Sudah lama aku tidak ke apaertement ini, oke! Aku akan bertanya  pada petugas di apaertement ini” gumam jinyoung dan ia menuju loby untuk menanyakan nomer kamar eunji.
“Selamat siang tuan, ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang gadis yang merupakan salah satu staff di apartement yang eunji tempati.
“Oh.. ada, kamar jung eun ji nomer berapa ya?” jawab jinyoung pada staff itu.
“Tunggu sebentar tuan sedang saya carikan”
“Permisi tuan, nomer kamar jung eun ji-ssi 1818” lanjut staff  itu.
“Gomawo” jawab jinyoung, lalu ia segera pergi dari ruang loby dan mencari kamar eunji, tapi ketika ia meninggalkan loby jalannya terhenti karena ia rasa ada yang meneriaki namanya.
“JUNG JIN YOUNG! Berhentilah!” teriak chanyeol dengan nafas tersenggal-senggal.


Jinyoung menoleh kebelakang dan ia terkejut karena yang meneriakin ia adalah park chanyeol.


“Park chanyeol! Kenapa.. dia ada disini?” batin jinyoung yang membulatkan kedua matanya.
“Kenapa kau ada disini jinyoung? Kau ingin bertemu dengan eunji?” Tanya chanyeol pada jinyoung dengan nada kesal.
“Ya, aku ingin menemui eunji, aku rindu dengannya, sudah 2 tahun ini aku tidak menemuinya, apa aku salah untuk menemuinya?” jawab jinyoung.
“Hay! Kau bodoh atau pura-pura tidak tau? Kau ingatkan dengan kejadian 2 tahun yang lalu, kau sudah menyianyikan dia JUNG JIN YOUNG! Dan kau sudah melukai hatinya! Dan.. dan kau juga belum sempat meminta maaf pada eunji! Dan sekarang kau ingin menemuinya? JUNG JIN YOUNG.. kau tidak punya hati!” bentak chanyeol panjang lebar, ia sangat kesal pada pria dihadapannya.
“Aku menemuinya untuk meminta maaf” jawab jinyoung datar.
“eh?”
“Kau telat” lanjut chanyeol.
“Ha? Telat? Telat apa nya?” jawab jinyoung heran dengan perkataan chanyeol.
“Kau telat meminta maaf padanya, kau bodoh jinyoung-ah, dia sudah melupakan diri mu, tapi..”
“Tapi kenapa chanyeol-ah? Katakan pada ku?!” Potong Jinyoung.
“Tadi ia melihat mu di sungai han, dan ia teringat lagi dengan kejadian 2 tahun yang lalu” jawab chanyeol lemas.
“Berarti tadi itu benar.. ja.. jadi itu bukan ilustrasi ku, dia memang datang ke sungai han, dan dia juga melihat ku?” batin jinyoung.
“Ia menangisi mu jinyoung-ah” lanjut chanyeol.
“Ha? Dia menangisi ku? Ini kesalahanku, setelah kejadian itu aku lansung meninggalkan korea untuk tinggal di LA dan aku tidak memberi kabar padanya” gumam jinyoung.
“Ya! Kau seperti buronan jung jinyoung, setelah kejadian itu kau tidak ada kabar lagi” cibir chanyeol.
“Eh? Kau dengar pembicaraan ku tadi? Tanya jinyoung heran dengan cibiran chanyeol.
“Ya,aku dengar, kenapa kau menghindar dari masalah itu jinyoung-ah?” Tanya chanyeol pada jinyoung.
“Hhmm.. aku bukan menghindar dari masalah itu, tapi aku hanya ingin menenangkan diri ku saja” jawab jinyoung lemas.
“Menenangkan diri saja? Kau mementingkan dirimu sendiri di bandingkan orang lain, kau tidak mengerti betapa sakit hatinya eunji padamu jinyoung-ah” sahut chanyeol.


***


“Aku bosan di apartement terus, aku ingin pergi keluar menenangkan fikiran ku, shh gara-gara tadi, fikiran ku menjadi sangat kacau” gumam eunji.


            Eunji pun keluar dari kamarnya, ia ingin pergi keluar untuk menenangkan fikirannya, tapi.. langkahnya terhenti karena ia melihat chanyeol sedang bersama jinyoung, eunji ingin mendekati mereka berdua. Tapi ia berfikir kalau ia mendekati chanyeol dan jinyoung suasana di loby akan kacau dan hanya memalukan diri nya sendiri. Dan ia memutuskan hanya diam di balik dinding dan memutuskan untuk menguping pembicaraan chanyeol dengan jinyoung, walaupun ia tau itu kebiasaan itu buruk, tapi.. eunji rasa ia benar-benar harus mendengar percakapan kedua pria jangkung itu.


“Dia tinggal di LA? Untung menenangkan diri nya? Dan ia balik ke korea untuk meminta maaf pada ku saja? Kenapa baru sekarang ia meminta maaf  padaku?” gumam eunji, ia terus bertanya pada dirinya sendiri.
“Tapi maaf jinyoung-ah aku tidak bisa memaafkan diri mu, karena kau sangat telat untuk meminta maaf pada ku” batin eunji, air matanya mengalir lagi di pipi eunji.


            Eunji hendak ingin meninggalkan tempat ia berdiri, ia tidak sengaja menabrak tong sampah yang berada di dekatnya. Dan ia bergegas pergi agar keberadaannya tidak diketahui oleh chanyeol dan jinyoung, tapi sayangnya chanyeol dan jinyoung melihat gadis itu.


“Hey! Itu eunji” teriak jinyoung sambil menunjuk eunji. Kemudian ia mengejar eunji.
“Eunji? Apa ia dengar pembicaraan ku dengan jinyoung? Kalau ia mendengar.. ini gawat!” batin chanyeol.
“Hay! Jung jinyoung kau mau kemana? Apa ia mengejar jung eun ji?” gumam chanyeol, ia terus bertanya pada dirinya sendiri.
“JUNG JIN YOUNG!!” teriak chanyeol sambil mengejar jinyoung.
“Sekarang aku harus pergi kemana? Jinyoung dan chanyeol sedang mengejarku, ini semua salah ku, kenapa aku tidak hati-hati?” batin eunji.
“Eunji-ya berhentilah!” teriak jinyoung pada eunji.
“Jangan mengikutiku terus jinyoung, aku tidak ingin bertemu denganmu” batin eunji.
“Eunji-ya! Berhentilah! Kau dengar aku tidak?!” teriak jinyoung, karena teriakan yang tadi di anggap angin lalu.
“Kenapa kau ada disini jinyoung-ah?” tanya eunji, ia memutuskan menghentikan langkahnya.
“Akhirnya kau mendengar juga eunji-ya” batin jinyoung.
“Hay! Jawab pertanyaan ku yang tadi jinyoung-ah!” bentak eunji pada jinyoung.
“hh..hh.. mereka berdua lari kemana? Aku kehilangan jejak mereka, aku tidak tau apa yang akan terjadi jika jinyoung mendekati eunji” gumam chanyeol, ia memperhatikan sekitarnya untuk mencari keberadaan orang yang dicarinya.
“Apa kau marah dengan ku eunji-ya? Apa aku salah menemui mu? Kenapa kau menangis eunji-ya? Ya, aku tau ini semua salah ku, aku ingin meminta maaf padamu, apa kau mau memaafkan ku?” tanya jinyoung bertubi-tubi pada eunji.
“Maafkan aku jinyoung-ah aku sudah berjanji pada diri ku sendiri,a..aku tidak akan memaafkan mu!” batin eunji.
“Eunji-ya? Hm.. tidak apa-apa jika kau tidak mau memaafkan ku, ini memang salah ku, karena aku tidak meminta maaf padamu dari awal” sahut jinyoung.
“Kau jahat jinyoung-ah! Kenapa kau tidak memberi tahu ku kalau kau pindah ke LA?” bentak eunji pada jinyoung.
“Maafkan aku eunji-ya” jawab jinyoung lemas.
“Itu mereka, aku telat! Cih.. eunji.. menangis! Hay! Ini tidak bisa di biarkan, aku akan membawa eunji menjauh dari jinyoung” gumam chanyeol.
“Eunji-ya, kita pergi dari tempat ini” sahut chanyeol yang tangan nya kini tengah memegang lengan gadis yang ada dihadapannya.
“Lepaskan dia chanyeol!” bentak jinyoung.
“Aku tidak akan melepaskannya kalau kau tidak pergi dari tempat ini” sahut chanyeol.
“Hmm.. sekali lagi aku katakan padamu jung jin young, jangan pernah menemui eunji lagi, karena eunji sudah menganggapmu bukan siapa-siapa lagi” lanjut chanyeol, dan kemudian ia pergi sambil menarik lengan eunji yang masih ia pegang dengan sangat erat.


***


Sekali lagi aku katakan padamu jung jin young
Jangan pernah temui eunji lagi
Karena eunji sudah menganggapmu bukan siapa-siapa lagi

            Kini jinyoung berada di taman, fikirannya terngiang-ngiang dengan kejadian yang baru saja dialami nya,  jinyoung tidak mengerti apa yang dimaksud oleh chanyeol pada nya.


“Kenapa kau keluar dari apartement mu eunji? Tadi kau bilang kau ingin beristirahat? Ah apa kau berbohong dengan ku eun..” tanya chanyeol pada eunji.
“Maafkan aku chanyeol-ah” jawab eunji singkat.


            Eunji hanya bisa meminta maaf pada chanyeol tanpa menatap wajah chanyeol, ia hanya melihat kearah jendela dan ia teringat lagi dengan kejadian 2 tahun yang lalu..



To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

isi nama kalian ya :) komen apapun juga, kritik juga gak apa kok :D