Sabtu, 22 Juni 2013

Our Life Episode 16




“ini.. disini ada eunji? Ini gadis ku” lanjut nya yang masih betah menatap bingkai foto milik jieun
“apa yang kau maksud?” tanya baekhyun penasaran, lalu melihat bingkai foto itu
“su.. suji-ya?” lanjutnya, terlihat ray dan minhyuk yang heran melihat tingkah kedua temannya yang berubah secara drastis, akhirnya mereka memutuskan untuk menghampiri kee dan baekhyun
“im yoon ah noona?” minhyuk mengeluarkan air matanya
“dia adalah gadis yang pernah ku ceritakan” ujar kee, baekhyun dan minhyuk

SRET

“jangan sembarangan menyentuh barang ku” bentak jieun, mata nya memerah memendam amarah nya
“jieun.. tenang” ray menenangkan jieun dengan merapatkan jarak nya pada jieun, tangan kanan ray memegang pundak jieun
“KEMANA DIA?” teriak kee penuh dengan air mata, sungguh semua terkejut melihat kee marah
“CEPAT CERITAKAN!” kee masih membentak jieun yang masih memeluk bingkai foto kesayangan nya itu
“kee, emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah” terlihat ray berusaha menenangkan kee
“lee ji eun.. ku mohon jelaskan apa yang terjadi pada bae su ji” suruh baekhyun pelan, mungkin ia tidak memiliki tenaga, lemas.. itu yang ia rasakan sekarang
“…” minhyuk hanya terpaku
“jieun..” panggil ray
“…”
“jika kau sudah merasa lebih baik, segera jelaskan pada mereka bertiga” ray memeluk jieun, bukan maksud apa-apa, niat nya hanya untuk menenangkan gadis ini saja. Tapi terlihat ketiga alien lainnya mengepal erat tangan mereka.







“suji, perkenalkan siapa dirimu pada teman-teman baru mu ini” suruh seorang guru paruh baya yang merupakan wali kelas ku pada anak baru itu
“ya”
“selamat pagi, nama ku bae su ji, aku dari seoul, aku kesini karena pekerjaan ayah ku, semoga kita bisa berteman baik, terima kasih” sapa gadis yang bernama suji ini. Ah jadi nama nya suji cukup manis
“jieun-ah! Panggil suji untuk duduk bersamamu” suruh eunji, sahabat ku yang duduk tepat di samping kanan ku
“kau saja yang panggil, suara ku terlalu kecil” jawab ku sambil tertawa kecil, ya aku menertawai kekurangan ku itu
“kk bukan aku yang mengatakannya nya kau yang mengatakannya itu sendiri jadi jangan pukul aku, untunglah kau sadar dengan kekurangan mu itu, baiklah aku akan memanggil nya” eunji hanya dapat mencibir ku, dan itu selalu, kemudian ia memanggil suji yang berada di depan kelas, dan menyuruh nya untuk duduk disamping ku



            Hari-hari ku dan eunji di bangku kelas enam sekolah dasar ini semakin ramai dengan adanya siswa baru itu, ya benar Bae Su Ji. Im Yoon Ah, tidak lupa aku dan eunji mengenalkan yoona pada suji, yoona adalah sahabat kami. Kami telah menganggap yoona sebagai kakak sendiri, karena yoona telah duduk di bangku sekolah menengah, tepat di kelas tiga. Aku, eunji dan juga yoona tinggal berdekatan sebab itu kami sangat akrab, suji sendiri sering pergi pulang jeju-seoul, akibatnya ia sering absen kelas, sekolah nya belum menentu.






“benar, waktu itu dia sering absen kelas” baekhyun mulai membuka suara nya ketika jieun menjeda cerita masa lalu nya yang kelam
“tapi.. jika penjelasanku ini selesai, aku mohon pada kalian untuk menjaga jarak dengan ku” tampak ekspresi jieun sangat memohon agar keempat alien itu menuruti apa yang ia katakan
“lebih baik lanjutkan saja” suruh kee






“eunji-ya, apa kau sudah bertemu dengan panda oppa mu itu? Gege mu itu yang berada di china” goda suji disaat kami berkumpul di sebuah cafe sambil mengisi hari liburan yang cukup membosankan
“belum, aku belum berani untuk ke seoul sendirian” jawab eunji sambil memainkan gelas yang merupakan pesanan nya
“kkk, kau ini jika sedang jatuh cinta sangat berbeda!” cibir ku sambil menahan tawa
“ya! apa kau pernah jatuh cinta? Tidak pernah kan! Maka dari itu jangan mencibir ku!” lawan eunji
“a.. ah baiklah aku kalah” oh tidak aku kalah, aku akan pasrah jika melawan gadis super cerewet seperti eunji ini
“hey, kalian ini sudahlah, berhenti bertengkar” ujar yoona melerai, itu selalu.. ia selalu melerai ku dan eunji maka dari itu kami menganggap nya sebagai kakak sendiri
“lalu bagaimana dengan minhyuk oppa?” tanya kami bertiga kompak pada yoona
“ah~ kami baik-baik saja” yoona eonnie terlihat malu
“kau harus sering berkencan dengan nya eonnie” suruh suji layaknya ia mengerti cinta sepenuh nya
“aku malu pada lainnya” jawab nya tapi dengan ekspresi berbeda, ekspresi sedih
“bukankah cinta itu tidak mengenal usia?” sahut eunji setelah menyeruput habis pesanannya
“sudahlah, yang penting ia mencintai mu dan kau juga mencintai nya, sudah selesai kan?” lanjut eunji, bahkan aku tidak diberi kesempatan untuk berbicara
“baiklah, aku akan berusaha untuk berkencan dengannya” akhirnya yoona eonnie menuruti permintaan kami bertiga
“lalu dengan mu suji, apakah kau yakin jika nanti kau kuat jika kau tidak akan pernah bertemu dengan sahabat mu itu? Oh bukan, maksud ku lelaki yang kau sukai di seoul” tanya eunji
“walau itu sangat berat, tapi aku harus menjalani nya, lagi pula kami masih bisa berkomunikasi” jawab suji yakin



            Suasana itu sangat menyenangkan, mereka bertiga selalu membicarakan lelaki yang mereka puja selama ini. Aneh aku tidak sama sekali iri dengan hal itu. Berbeda dengan ku, aku tidak memiliki lelaki yang ku sukai. Aku hanya focus pada pelajaran, bukan hanya itu aku juga merasa aku masih belum dewasa untuk hal seperti itu. Tapi.. menurutku ini adalah hal yang paling menyenangkan dibandingkan menyukai seorang lelaki, ini menyenangkan jika seperti ini selamanya hanya bersama mereka.



“hey jieun! Apa yang kau lamunkan?” eunji mengibaskan tangan nya tepat di depan wajah ku dan berhasil membubarkan lamunanku
“tidak” jawab ku menutupi semua
“kau bohong! Kau tersenyum tidak jelas” sahut suji
“ahh~ apa jangan-jangan kau menyukai seseorang? Cepat ceritakan!” eunji menggelitikan tubuh ku, aku hanya tertawa menanggapi itu semua
“tidak, aku tidak menyukai siapapun! Hey hentikan” bela ku sambil tertawa geli
“cepat katakan apa yang kau lamunkan!” suruh eunji masih menggelitikan tubuh ku
“hentikan eunji!”
“tidak! sebelum kau menceritakan lamunan mu itu”
“baiklah akan ku ceritakan, aku melamunkan kalian, aku ingin seperti ini selamanya bersama kalian” jelas ku, akhirnya eunji menghentikan aktvitasnya itu yang membuat ku tertawa geli dan langsung memeluk ku erat, tidak lama suji dan yoona juga ikut memeluk ku



            Hangat, benar itu yang kurasakan. Aku benar-benar dekat dengan mereka, bahkan lebih dekat dari saudara-saudara ku. Aku berdoa pada tuhan agar hidupku ini akan terus di hangati oleh pelukan ketiga teman terbaik ku, salah.. bukan teman, tapi sahabat terbaik ku ini.



“hey lepaskan! Aku sesak!” keluh eunji
“seharusnya jieun yang mengatakannya” cibir suji pada eunji
“haha benar juga ya?”
“ya! seharusnya kalian yang memberi pelukan pada lelaki pujaan kalian!” goda ku
“JIEUN!” teriak mereka bertiga, mereka tampak malu jika membicarakan lelaki pujaan mereka itu
“walau aku tidak tahu siapa ketiga pria itu, tapi aku yakin ketiga lelaki itu akan menjaga kalian dengan baik” batin ku






“dan akhirnya aku menyadari nya, bahwa ketiga pria yang sering ku dengar  itu adalah kalian, kalian memang menjaga mereka dengan sangat baik” ujar jieun yang duduk di pinggir tempat tidur nya
“…” hening
“tapi.. aku adalah sahabat terburuk yang pernah mereka temui” lanjut jieun
“jieun.. “ ray berusaha menenangkan jieun






            Kala itu kami bertiga lulus dari sekolah dasar, dan menginjak tingkat lebih tinggi, ya sekolah menengah. Eunji terus menceritakan kencan nya bersama ‘gege’ nya di seoul, mereka saling kenal dari dunia maya. Menurut ceritanya, pria yang berasal dari china itu menyukai kepribadiannya. Keke kadang aku tertawa geli mendengar nya bercerita.



            Berbeda lagi dengan suji, ia membacakan pesan-pesan dari sahabat kecil nya itu satu persatu pada aku, eunji, dan yoona eonnie. Pesan nya sangat lucu, padahal kami ini masih sangat kecil, pria itu terlalu dewasa untuk menulis pesan itu.



            Yoona eonnie dan minhyuk, kekasihnya, tampaknya baik-baik saja bahkan lebih romantis dari sebelumnya. Tapi entah kenapa, aku tidak diberitahu siapa nama asli dari pria suji dan eunji itu. Aku hanya mengenal nya dengan sebutan ‘gege’ dan ‘bacon’ keke aneh sekali nama itu.
           


            Tapi.. tidak lama setelah aku duduk di sekolah menengah, dunia seakan berubah.



BRUK



“apa kau baik-baik saja?” tanya seseorang sambil mengulurkan sebelah tangannya padaku
“berdirilah, aku sudah mengenyahkan orang yang menabrak mu tadi” lanjut nya sambil tersenyum. Aku berusaha berdiri sendiri dan membungkukan diri tanda berterima kasih dan segera berlalu. Aku takut menatap orang tadi, entah kenapa kesan ku padanya adalah ‘menyeramkan’. Bukan kali ini saja aku bertemu dengannya, bahkan dari awal ia terus mencari ku, ia selalu mengatakan ‘mengenyahkan’ pada orang yang menganggu ku, dan tidak jarang juga aku melihat percikan darah dari wajah nya. Di kelas, aku menceritakan kejadian itu pada kedua teman ku, tentu saja eunji dan suji.
“hey! Bukankah itu perkembangan yang baik? Kau disukai oleh orang itu!” ujar eunji menyimpulkan
“hey eunji” jawab ku malu
“ji.. jieun apa orang itu yang tadi menolong mu?” tanya suji sambil menunjuk seseorang yang sudah berada di depan kelas kami, aku dan eunji segera melihat orang yang ditunjuk suji
“be.. benar” gumam ku, ia mendekati ku
“lee.. ji.. eun” ejanya, matanya mengarah pada name tag yang bertengger di seragam kebanggan ku
“akan ku tunggu kau pulang sekolah di gerbang sekolah” lanjut nya sambil tersenyum khas
“song joong ki kelas 3-1” ia mengulurkan tangannya dan lagi.. tersenyum
“lee ji eun” ucap ku tanpa membalas uluran tangannya



DEG!



            Saat itu, aku ditemani suji untuk menemui pria tadi. Eunji tidak bisa menemani ku karena ada keperluan di club nya.



“lee ji eun..” panggil joong ki
“wah~ jieun, kau dicari senior, uhh beruntung sekali kau jieun, aku iri denganmu” ujar gadis berambut panjang dengan warna coklat yang indah, suji
“hey.. berhentilah menggodaku” jawab ku malu
“a.. ada yang ingin ku katakan padamu” sahut joong ki malu
“ehmm.. sebaiknya aku pergi dulu” sahut gadis yang tadi berada di samping jieun
“hey.. suji!” panggil ku, tapi tetap saja suji terus menjauhi ku
“aku menyukai mu” lanjut nya sambil tersenyum khas.



DEG!



            1 detik itu, aku merasa jantung ku berhenti tiba-tiba. Tidak mungkin, lelaki yang sama sekali belum ku kenal menyatakan cinta pada lee ji eun seperti ku ini.



“ma.. maaf aku belum mengenal mu” jawab ku memberi keputusan setelah membungkam sejenak
“kau tidak perlu mengenal ku, anggap kau sudah mengenal ku beribu ribu tahun yang lalu” bela nya masih dengan senyuman nya. Kau gila.
 “hm.. lalu apa jawaban mu? Kau tidak perlu mengenal ku, sudah ku bilang anggap kau mengenal ku beribu tahun lalu” joong ki, lelaki aneh itu tersenyum lagi, seakan perkataannya itu memaksa ku untuk menerima nya
“maaf, beri aku waktu” jawab ku kemudian segera berlalu dari tempat itu






“cih.. joong ki” baekhyun tampak kesal mendengar nama itu
“baekhyun.. kembali dengarkan jieun” suruh ray






            Dua hari kemudian, joong ki mendatangi ku lagi, tepat di kelas ku. Ia menagih hutang ku itu. Dan jujur aku belum berfikir untuk menerimanya.
“joong ki-ssi maaf, beri aku waktu satu bulan lagi” aku memutuskan waktu selama itu untuk lebih mengenal nya , bukan hanya itu.. aku merasa ada yang ganjal dari sikap nya
“baiklah” jawab nya



            Keesokan hari.. lusa.. bahkan hampir setiap hari, ia terus berada di sisiku hal itu sangat membuat ku merasa risih. Eunji dan Suji hanya bisa menenangkan ku, bahkan waktu ku bersama mereka pun tidak pernah kurasakan lagi, aku hanya menggunakan waktu ku untuk bersembunyi dari song joong ki itu. Tolong hentikan ini.


            Yoona eonnie, eunji, dan suji sempat menyarankan ku untuk menerima nya. Karena mereka senang jika aku memiliki lelaki sama seperti mereka bertiga. Oh tidak.. aku tidak ingin memiliki seorang lelaki. Aku hanya ingin bersama kalian~


            Sehari sebelum aku memberikan jawaban pada joong ki, aku memutuskan untuk menceritakan semua ini pada kedua orang tua ku. Mereka berdua menyarankan agar tidak menerima pernyataan dari joong ki, karena selama ini aku tidak pernah menyukai nya.


“ibu..” panggil ku, aku tidak dapat tidur, ingin rasanya malam ini tidak segera berakhir. Inti nya aku tidak ingin hari esok
“ada apa jieun?” tanya ibu yang menghampiri kamar ku
“aku tidak bisa tidur” ibu mendekati ku dan duduk disamping ku, dengan sigap ia mengambil buku cerita peterpan kesukaan ku
“jika ibu membacakannya, pasti kau akan tidur” ibu membelai rambut ku, ah tidak.. aku merasa menjadi seorang bocah berumur 5 tahun.



            Aku berusaha untuk tidak menutup mata, dan ingin mendengar cerita peterpan itu sampai selesai. Tapi.. itu tidak bisa, aku selalu tertidur disaat cerita itu masih jauh dari kata selesai, aku bermimpi jika aku berada di neverland dan bersama ibu, ayah dan ketiga sahabat ku selamanya.



            Keesokan hari nya, untuk melangkahkan kaki keluar rumah adalah hal terberat saat ini. Entah kenapa, perasaan ku benar-benar tidak enak. Sudahlah, aku akan memutuskan apa yang ibu dan ayah katakan padaku tadi malam!



“jadi? Bagaimana?” tanya joong ki yang menjumpai ku di kelas, eunji dan suji sudah kuberitahu apa keputusan ku nanti, aku juga menjelaskan alasan ku untuk menolak nya, jadi mereka memutuskan untuk berada disamping ku untuk berjaga-jaga, takut jika nanti akan ada hal yang buruk terjadi padaku
“maaf..” sulit untuk mengatakan kalimat selanjut nya
“…”
“aku tidak bisa”
“siapa yang menyuruh mu untuk menolak ku?” tanya nya geram
“apa mereka?” joong ki menunjuk kearah suji dan eunji emosi
“bu.. bukan!” jawab ku gugup, joong ki berubah menjadi seperti.. benar-benar menyeramkan
“lalu?”
“e.. e..”
“ibu dan ayah mu?” tebak nya masih dengan tangan mengepal dan mata memerah
“a.. bu.. kan!” bela ku, sulit untuk berbohong
“aku mendengar mu tadi” ujar nya seram



BRAK



            Joong ki memukul meja ku lalu segera pergi dari kelas ku. Aku berusaha mengejar nya, tapi aku tidak tahu apa yang nanti akan ku katakana, eunji dan suji juga berusaha menahan ku dan mengatakan jika joong ki butuh waktu untuk menenangkan dirinya.




“a.. apa buku itu buku yang sering dibacakan oleh ibu mu?” tanya ray sambil menunjuk buku usang yang ditaruh tepat meja disamping tempat tidur jieun
“hm” jieun mengangguk
“cih song joong ki” gumam baekhyun
“benar-beanr menjijikan” lanjutnya
“lalu apa yang terjadi pada joong ki?” tanya minhyuk






            Entah mengapa, perasaan ku sungguh tidak enak. Langkah untuk pulang terasa berat, masih terngiang kejadian tadi, entah kenapa aku merasa bersalah pada senior itu.


“ji.. jieun-ah?”
“ada apa eunji?” tanya ku
“kenapa ada song joong ki di depan rumah mu?” eunji menatap pria itu, aku mengangkat kepala ku untuk melihat keberadaan joong ki, benar ia memberikan senyuman khas nya padaku. Apa yang kau lakukan pada kedua orang tua ku!



            Aku segera menghampiri rumah ku, terlihat di lantai banyak darah yang berceceran. Aku berusaha untuk menghilangkan fikiran negative ku, tidak mungkin ia yang melakukannya.



“aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan mu” ujar song joong ki yang berada di belakang ku
“mana ibu dan ayah ku!” aku berteriak, emosi ku keluar
“aku akan melanjutkan nya, kau datang tepat waktu, sayang.. kemarilah ikut aku untuk melihat nya secara LIVE!!” jawab joong ki masih dengan senyuman nya, lalu ia menarik ku menuju ruang tengah. Ibu.. Ayah.. darah..
oh sayang aku tidak bisa menghentikannya” kata joong ki sambil tersenyum
“jieun!” ibu memanggil ku. Ibu kumohon jangan bicara, darah mu itu.. Ibu..
“tolong kami.. tolong pergi dari sini!” sahut ayah ku. Ayah!
“pergilah!” sambung ibu ku. Aku ingin membantu mereka dan pergi dari orang jahat seperti joong ki ini, aku berusaha untuk membantu kedua orang tua ku tapi..
“jieun! Pergilah! Aku akan melawannya!” bentak ayah ku, ia sangat mengkhawatirkan ku
“tidak bisa! Aku tidak mungkin.. tidak! Ibu! Ayah!” aku berteriak penuh dengan air mata. Aku benci dengan mu song joong ki!
“aaaaaa~”


            Aku menyaksikan itu semua... aku seperti anak yang durhaka, tidak.. aku tidak pantas untuk lahir di dunia ini. Di saat itu aku malah mengutuk diriku sendiri. Aku terlambat, sangat terlambat untuk menolong kedua orang tua ku yang kini sudah tidak berdaya.





“ibu dan ayah mu?” tanya kee iba
“tewas tepat di depan mataku” jawab jieun
“m.. maaf” kee merasa bersalah
“tidak apa-apa”




            Semenjak itu, aku di urus oleh ibu panti yang tidak jauh dari rumah ku. Dan saat itu juga aku mengenal yoo seung ho, seung ho yang mengajak ku bermain dan berusaha menghilangkan kesedihan ku. Tapi.. itu benar-benar tidak bisa, karena..


“song joong ki mengincar ketiga sahabat ku” jelas ku pada seung ho
“kita harus menjaga mereka dari joong ki itu!” kata seung ho tegas
“kau jangan ikut, kau akan diincar oleh nya”
“tidak, aku ikut!”
“seungho.. dengar kan aku, kau adalah keluarga ku satu-satu nya, kau jangan sampai terlibat di dalam masalah ku ini”
“jieun-ah..”
“diam disini”
“ji..
“aku mohon”




“kau akan menghentikannya sendiri?” tanya baekhyun
“cukup dengar kan aku saja” jawab jieun




“yoona eonnie! Cepat sembunyi di panti, aku akan mengajak eunji dan suji juga” aku menghampiri yoona eonnie dirumah nya, aku yakin joong ki akan kesini.. aku yakin karena ia ingin membunuh ketiga sahabat ku ini. Joong ki akan mengenyahkan mereka, dia tidak segan-segan untuk membunuh orang-orang yang mencoba menghalangi nya untuk mendapatkan ku
“tidak! Dia sudah mengetahui tempat persembunyian itu!”
“lalu, kalian akan kemana?”
“eunji dan suji telah bersembunyi di salah satu rumah psikolog! Aku yakin joong ki akan takut pada psikolog itu”
“cepat katakan! Dimana rumah nya, biar aku yang akan mengantar mu”
“baiklah, cepat keluar dari rumah ini”


KREK


“cih.. kalian terlambat, aku mendengar semuanya” joong ki tersenyum, ia telah berada di depan pintu rumah yoona
“im yoon ah, aku akan mengenyahkan mu!” lanjut nya sembari mengeluarkan pisau
“eonnie! Lari!” teriak ku, aku memukul perut joong ki itu agar yoona eonnie dapat kabur dari incaran joong ki
“hey jieunnie! Apa yang kau lakukan?” bentak nya, aku tidak membalasnya, aku menatap matanya dengan penuh rasa menjijikan!
“jangan bunuh sahabat ku, bunuh aku!” ujar ku setelah cukup lama berdiam diri tepat dihadapannya
“tidak”
“…” aku mengambil pisau dari tangan nya, aku benar-benar pasrah dengan hidup ku ini. AKU INGIN MATI
“jieun-ah!” tiba-tiba suara seung ho memanggil ku, ia.. ia datang
“cih, bocah pahlawan.. apa yang kau lakukan disini?” tanya joong ki santai, seperti tidak ada yang terjadi
“…” seung ho mendekati joong ki dan mulai memukulnya, setelah terkapar, seung ho melempar pisau yang berada di tangan ku dan menarik ku
“apa kau gila?” bentak nya saat ia mengajak ku untuk kabur
“aku ingin mati, seungho” jawab ku sambil menangis
“tidak ada gunanya kau mati! Itu tidak akan menyelesaikan masalah!”
“ini semua salah ku”
“kau jangan seperti itu”
“semua.. semua takut, ini karena ku”
“diam!”
“a.. aku juga takut”
“sudah ku bilang diam!”
“aku juga takut kehilangan mu dan ketiga sahabat ku!” teriak ku


GREP


“aku tidak akan membiarkan mu sendirian jieun” ujar seungho sambil memeluk ku, ia menenangkan ku.. Aku berhutang banyak padamu seungho




“jadi.. dia selalu menjaga mu?” tanya ray
“hm”
“ia menyukai mu” lanjut ray datar
“tidak”
“hey.. lanjutkan” suruh baekhyun




“apa yang harus kita lakukan eun hye-ssi?” tanya ku pada yoon eun hye, ia seorang psikolog yang merantau ke pulau jeju
“kau harus pergi” jawab nya
“pergi?” ulang ku
“lalu bagaimana dengan eunji, suji dan yoona eonnie?” tanya ku lagi
“ia akan aman, kau harus pergi” jawab nya lagi
“tidak! Aku tidak bisa pergi!” bentak ku
“itu akan membuat ketiga teman mu tertekan” eun hye menatap ketiga sahabat ku yang tengah gemetar ketakutan, mereka masih bersembunyi di tempat ini
“jieun.. ikuti saja apa katanya” sahut seung ho
“…” aku hanya bisa menangis




“kau jahat” ujar minhyuk
“benar, aku mahluk yang menjijikan” jieun menatap minhyuk tajam
“sudahlah.. jieun, lanjutkan apa yang terjadi pada mereka” sahut kee




“akh!” suji berteriak
 “lepaskan aku!” teriakan eunji juga membuat ku semakin tertekan


            Kini, kami benar-benar tertangkap. Song joong ki menawan kami berempat di ruangan yang benar-benar tidak ada celah untuk bernafas.


 “aku akan membunuh teman mu!” joong ki tertawa puas
“bunuh aku! Jangan bunuh mereka!” teriak ku
“jieun! Pergilah! Aku akan melawannya!” yoona mendorong ku untuk pergi dari tempat itu
“tidak! Aku tidak mau!” bentak ku penuh emosi
“jieun..” kini suara eunji, ia juga membantu yoona mendorong ku
“dengarkan apa kata yoon eun hye-ssi, pergilah dari jeju” lanjut nya, masih dengan air matanya
“eunji-ya~” aku hanya bisa menangis
“maaf..” lanjut ku
“lee.. ji.. eun..” suji juga membantu yoona dan eunji untuk mengeluarkan ku dari ruangan ini
“SONG JOONG KI! AKU MEMBENCI MU PEMBUNUH!” teriak ku
“AKU..   PASTI..   AKAN.. MENDAPATKAN MU..  LEE JI EUN ~” jawab nya dengan nada yang tidak kalah keras dari ku


            Aku berhasil dikeluarkan oleh ketiga sahabat ku itu.. Mulai saat itu.. aku benar-benar kehilangan jejak ketiga sahabat ku. Aku tidak tahu.. mereka sudah menjadi salah satu korban joong ki atau.. hh entahlah, banyak hal yang ingin ku lakukan saat itu, bunuh diri salah satu nya. Tapi, percobaan itu selalu gagal karena yoo seung ho yang terus menghalangi ku. Lalu, aku berniat untuk menuruti apa kata psikolog yoon eun hye itu, aku memutuskan untuk pergi dari jeju dan tinggal di seoul. Aku meninggalkan pulau ini tanpa jejak.




“sampai saat ini aku tidak tahu dimana keberadaan mereka bertiga” ujar jieun
“kau boleh menjauhi ku! Kau pantas membenci ku!” lanjut jieun
“ternyata aku salah” kee membuka suaranya
“benar, kau salah sudah berteman dengan ku” jawab jieun
“kee.. ini bukan sepenuh nya salah jieun” bela ray
“kau tidak perlu membela nya, ini semua salah jieun” sahut baekhyun
“…” minhyuk berdiri, lalu keluar dari kamar jieun, begitu juga dengan baekhyun dan kee
“ray.. apa yang harus ku lakukan?” tanya jieun lemas, lagi.. air matanya turun
“mereka hanya perlu waktu untuk ini” bisik ray, lagi.. ray memeluk jieun


To Be Continue



HUT JAKARTA :

M : nyok kita gotong ondel-ondel
R,K,B : nyok~
M : nyok pade bilang gue ganteng
R,K,B : kagak!
B : ngacok banget loe
M : kagak! Terus yang bener kayak gimana?
B : nyok kite gotong si minhyuk
R,K : nyok~ (semangat)
M : sialan lu!


B,K,M,R,J : kami segenap pemain our life, mengucapkan selamat hari ulang tahun Jakarta ke 486
M : eh kenapa kite ngucapin ya?
R : bah bodo lu
M : yaeyalah, secara gue Flower Boys Stupid! Mau gue katain lagi?
K : stop, gue yang denger udah enek
M : ray jelasin nape kite ngucapin
R : karna di setap scenario kite, kite pade pake bahasa betawi, ah lu bodo sih
M : biarin yang penting ngeksis
J : eh.. baekhyun mane?
B : (makan kerak telur)
K : baekhyun! Awas lu! Gak ngajak-ngajak!
M : serbu baekhyun!!




Note :

(celingak-celinguk) ada orang kagak nih?
Gue takut muncul nih, kagak ada humor sama sekali ._.
Gimane ne?
Comment aja deh, kritik gak masalah kok
Udeh sabar ye untuk episode selanjutnye..
Salam..
Hayo salam apa?
Salam our life ^^

8 komentar:

  1. Wah! keren kog,
    TT_TT Huaaaaa tuh entr si IU sama siapa y? maunya sih sma Bacon,kog jdi sama Ray XD hadeh..
    Smangat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ntar liat aja kalau masalah couple nya ^^
      huaaaaaa makasih banyak ya udah tersentuh :'(
      oke semangat! ^^

      Hapus
  2. Annyeooooong~ ommo jd begitu ceritanya . Bener kata ray, mereka bertiga butuh waktu untuk menenangkan diri. Ya ampuuuun senangnyaaa liat sisi gentle-nya ray disini . Tadi itu si ray kenapa datar gitu pas bilang kalo seungho suka sama jieun? Jealous kah? Kekeke nggak sabar baca chapter selanjutnya . Dan aku suka bgt sm cover barunya lebih fresh . Kekeke :) Keep writing & fighting ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh kamu nih tau aja :$
      keke, iya nih kayaknya agak.. agak.. jea..
      ya gitu deh ^^

      wah akhirnya ada yang komentar cover, makasih banyak ya ^^
      walau pas buat nya ngakak gak nahan tawa gara2 mutilasi kepala keempat alien :D

      sip, makasih ya ^^

      Hapus
    2. Hahaha ne, lucu emang covernya. Kalo liat kepala mereka aku malah kebayang telur. LOL aku tunggu next chapnya :) fighting

      Hapus
  3. -__- telur?
    telur apa? telur ayam? bebek? atau pindang? ah.. telur burung unta ya untuk kepalanya minhyuk buaakakaka :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buahaahahaha jangan gitu lah thor, kasian si minhyuk di bully terus . Hahahaha *just kidding :D

      Hapus
    2. tau nih udah terlanjur dendam -__-

      Hapus

isi nama kalian ya :) komen apapun juga, kritik juga gak apa kok :D