Minggu, 23 Juni 2013

Our Life Episode 17



“ray.. apa yang harus ku lakukan?” tanya jieun lemas, lagi.. air matanya turun
“mereka hanya perlu waktu untuk ini” bisik ray, lagi.. ray memeluk jieun


            Sedangkan.. malam itu


“apa kau tau! Kau itu terlalu berlebihan baekhyun!” ray membentak baekhyun tepat di hadapan kee dan minhyuk, di depan kamar kee-min
“kau juga! Kau terlalu membela jieun!” tampak baekhyun tidak ingin kalah
“cih.. “
“seharusnya kalian sadar, jika jieun membutuhkan kita saat ini” ray menurunkan nada bicaranya itu, ia harus menjaga emosi nya
“entahlah,  kepala ku terlalu penuh, biarkan aku masuk ke dalam kamar ku” potong kee, lalu masuk ke dalam kamar nya
“aku juga, aku sangat ingin beristirahat” sambung minhyuk yang juga masuk ke dalam kamar nya
“kau sendiri tidak tahu, betapa sakitnya ditinggalkan gadis yang kau cintai” kata baekhyun datar, ia langsung masuk ke dalam kamar nya, sedangkan ray dibuat terpaku oleh baekhyun
“benar, aku belum pernah merasakannya dan kuharap.. itu tidak akan pernah terjadi padaku, karena aku baru merasakan apa yang namanya jatuh cinta” lanjut ray




            Pagi itu terasa gelap bagi jieun, sulit untuk membuka matanya. Ia rasa setelah mengungkapkan cerita masa lalu nya yang kelam, ia semakin terpuruk.



“apa yang harus kulakukan saat ini” gumam nya, lalu bangkit dari tempat tidurnya dan segera membersihkan dirinya.


GREP


“kalian tau, hari ini adalah hari terburuk ku untuk kedua kalinya” kata jieun sambil memeluk bingkai foto nya dengan erat
“mungkin.. sekarang aku telah kehilangan ketiga teman ku lagi” lanjut jieun
“aku tidak bisa.. aku tidak bisa hidup tanpa mereka”
“aku takut, jika joong ki membunuh mereka.. a.. aku takut jika nanti aku akan hidup sendirian” lagi, jieun berbicara sendiri.. ya benar, sebenarnya ia sangat membutuhkan seseorang disampingnya


TOK..
TOK..


“tunggu” teriak jieun, tampak ia mengusap wajah nya untuk menghilangkan air mata yang sempat jatuh dari pelupuk matanya. Dengan sigap, jieun membuka gagang pintu kamar nya dan menatap seseorang yang kini berada dihadapannya
“ikut aku!” suruh nya dengan tangan kanan yang menarik tangan kiri milik jieun
“baekhyun-ssi!”
“tutup mulut mu!” bentak nya, ya orang yang mengetuk pintu kamar jieun pagi-pagi ini adalah byun baek hyun



            Jieun hanya dapat membungkam mulut nya seperti apa yang dikatakan baekhyun tadi, sebenarnya ia ingin mengeluh karena tangan baekhyun sangat membuat tangannya sakit, tangan baekhyun sangat erat memegang jemari jieun seakan ia tidak ingin jieun pergi darinya. Cukup lama mereka berdua berjalan, dan akhirnya mereka sampai di ladang rumput hijau yang terbentang luas di belakang sekolah, salah satu tempat kenangan keempat alien dan jieun disaat keempat alien membuat rencana agar mereka dapat berteman dengan gadis misterius itu, dan fikiran itu melintas di kepala jieun dan hampir membuat nya menitikan air matanya.



“baekhyun-ssi..
“jieun-ah, aku ingin bicara dengan mu” potong baekhyun
“tapi.. bisakah kau melepaskan tangan mu?” pinta jieun yang merintih kesakitan
“tidak!” jawab baekhyun cepat
“…” jieun tampaknya tidak bisa menjawab baekhyun
“duduk” suruh baekhyun, jieun menurutinya
“kau akan berbicara dengan keadaan seperti ini?” tanya jieun ragu sambil memperlihatkan kedua tangan mereka yang saling bersatu
“hm” jawab baekhyun beserta anggukannya



            Cukup lama mereka berdiam diri, bahkan tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut baekhyun. Sebenarnya jieun juga ingin mengatakan sesuatu pada baekhyun, tapi.. ada sesuatu yang membuatnya tidak berbicara, takut.. ya itu alasannnya. Ia takut pada baekhyun



“jieun-ah” akhirnya, baekhyun mulai membuka suaranya, mungkin ia sudah cukup tenang
“m.. m..maaf baekhyun-ssi!” jieun menundukkan kepalanya
“bukan kau yang seharusnya yang meminta maaf, tapi aku” potong baekhyun sambil tertawa kecil, dan berhasil membuat kedua mata jieun terbelalak
“hh..
“aku bodoh, benar.. aku tidak pantas menyebut minhyuk bodoh, padahal diriku sendiri juga manusia yang sangat bodoh. Aku hanya memikirkan suji saat itu dan sama sekali tidak melihat keadaan gadis yang berada dihadapan ku, yang.. saat itu benar-benar membutuhkan ku, aku benar-benar tidak peka, aku.. aku benar-benar bodoh” jelas baekhyun, suaranya bergetar kini keadaan terbalik jieun yang memegang erat tangan baekhyun
“…” jieun tidak menjawab, ia hanya semakin mengeratkan tangan nya pada jemari baekhyun
“aku rindu pada.. mu” gumam baekhyun
“aku juga rindu pada suji” sambung jieun
“bukan itu maksudku!” batin baekhyun
“kau sangat menyayangi suji?” tanya jieun sambil menatap baekhyun
“hm”
“maaf, karena aku kau tidak dapat bertemu dengannya lagi”
“bukan karena mu”
“itu salah ku baek..
“tutup mulut mu, aku tidak ingin membuat hubungan kita rusak karena masalah itu” potong baekhyun
“maaf”
“kau juga jangan mengatakan kata ‘maaf’ aku bosan mendengarnya”
“ya”
“hahaha kau selalu menuruti kata ku ya?” baekhyun tertawa
“hey!”
“kenapa? Kau takut padaku kan?”
“hey! Byun baek hyun!”
“apa? Benar kan? kau takut padaku? Eh? Kau takut padaku? Berarti.. wajah ku menyeramkan? Ahhhh eomma!! Aku tidak ingin bersaing dengan minhyuk!” baekhyun menangis dan.. bingo, jieun tertawa
“maaf jieun, aku hanya baru sadar saat ini” batin baekyun, ia hanya menatap jieun itu penuh arti dan.. senyuman yang mengembang di bibir baekhyun itu juga memiliki arti yang sama dengan tatapan nya






            Di kelas, tampak jieun tersenyum dan tentu saja tidak mendengarkan apa yang dikatakan guru nya di depan kelas. Ia sangat legaaa.. ya tentu saja karena baekhyun telah memaafkannya. Tanpa sadar, bel istirahat berbunyi dan membuat warga kelas 1-1 untuk pergi keluar mencari makan terkecuali jieun yang memang tidak pernah keluar dari kelas nya. Tapi.. saat ini, kebiasaannya itu dilanggarnya karena..



“lee ji eun~” panggil song joong ki, seseorang yang telah membuat hidup jieun berubah menjadi kelam
“…” jieun hanya dapat menghela nafasnya, dan segera beranjak dari tempat duduk nya
“dimana keempat pria itu?”
“kau tidak perlu tau”
“tentu saja aku harus tau, karena waktu ini adalah waktu yang terbaik untuk MENGENYAHKAN mereka”


DEG!


“…” jieun tersimpuh, rasanya tulang-tulang nya tidak mampu menopang tubuh nya itu setelah mendengar kalimat yang baru saja joong ki katakan
“jieun-ah!” teriak kee dan ray yang berada di depan kelas jieun, mereka langsung menghampiri jieun. Untung saja di kelas jieun hanya ada mereka berempat
“wah kalian datang, senang bertemu dengan kalian lagi” sapa joong ki ramah
“pergi” suruh jieun pada kee dan ray
“tidak”
“tidak akan!” kee membantah
“ku mohon kalian pergi! Dia akan..”


BRAK


“baekhyun?”
“minhyuk?”






“apa yang kalian lakukan?” tanya kee tidak percaya
“kentut, yaeyalah mukul si kejongjong jigong! Idih lu lelet amat sih, LO~~~ LA~~!” jawab minhyuk
“lola? Apaan tuh?” tanya baekhyun
“loding lama oon” jawab minhyuk



            Ya, kini joong ki terbaring lemah karena ulah minhyuk dan baekhyun. Mereka berdua melakukan hal yang tidak terduga, mereka memukul kepala joong ki dari arah belakang. Dan kini, keempat alien beserta jieun berada di ruangan ray sebelumnya mereka membantu jieun untuk bangun dan berjalan menuju ruangan pribadi ray.



“apa kaki mu sudah lebih baik?” tanya ray pada jieun
“hm”
“beneran? Kalau belum ntar gue kenalin sama tukang pijit langganan emak gue” sahut minhyuk
“eh lu merusak suasana ah” cibir baekhyun
“merusak apanya? Kagak ada!” bentak minhyuk
“seharusnya lu yang ngasih tau info itu ke gue, jangan ke jieun. Engkong gue lagi butuh jasa tukang pijit, noh gara-gara jatuh” jelas baekhyun
“emang jatuh darimana? Pohon mangga? Kelapa?” tanya minhyuk khawatir
“kagak! Gue katain lagi, engkong gue yang sakit bukan abah gue! Mana bisa engkong gue manjat pohon besar begitu”
“terus apa dong?”
“pohon cabe”


GUBRAK


“jieun-ah” panggil kee samar hampir tidak terdengar, karena di dalam ruangan itu ribut, untung saja jieun mendengar kee
“ya?”
“bisakah kau berjalan?” tanya kee balik
“hm”
“baiklah, ikuti aku ya” suruh nya
“kemana?”
“ikut saja”
“b.. baiklah” kee mulai meninggalkan ruangan itu tanpa pamit, begitu juga dengan jieun. Sedangkan di ruangan ray, ketiga alien tidak menyadari bahwa dua diantara mereka sudah menghilang






            Perpustakaan, tempat yang dipilih kee untuk berbicara empat mata dengan lee ji eun. Sepintas.. jieun mengingat masa-masa saat ia belum mengenal empat alien, dan masih bersikap acuh tak acuh terhadap kee dan ray yang pernah ia temui di tempat ini.. perpustakaan



“ada apa kee?” tanya jieun
“aku rindu pada..
“eunji? Begitu juga dengan ku, dia gadis yang sangat menyenangkan, maaf aku telah membuatnya merasakan apa yang telah terjadi padaku waktu itu, aku akan membantu mu untuk menemuinya kembali” belum saja kee menyelesaikan kalimatnya, jieun memotong nya.. jieun sangat gugup saat itu dan mengatakan apa yang terlintas di otaknya
“haha, kau ini lucu sekali” kee hanya menertawai jieun, dan itu membuat jieun bingung
“haha bukan aku yang lucu, tapi minhyuk-ssi dan baekhyun-ssi” jawab jieun apa adanya dan tertawa hambar, bahkan ia tidak tau apa yang lucu dan membuat kee tertawa
“buahahahahaha kau ini, jika tidak paham seharusnya jangan dijawab! Ku kira kau itu pendiam ya.. pendiam misterius ternyata kau pendiam polos, itu yang membuat ku tertawa” jelas kee dengan tawa yang lebih keras dari sebelumnya
“ha.. ha.. haa” jieun hanya tertawa.. hambar
“maaf kee aku masih tidak mengerti” batin jieun


GREP


“kee-ssi?”
“maafkan aku atas kelakuan ku padamu kemarin” kata kee serius, berbeda dari beberapa detik yang lalu.. berbeda drastits! Bahkan tangannya menggenggam tangan jieun
“aku tidak akan pernah tidak memaafkan mu dan ketiga aliennya” jawab jieun beserta senyumannya, satu lagi yang membuat hatinya lega.. ia dan kee kembali akur
“karena.. kalian telah berjanji untuk menjaga ku” lanjut jieun dalam hati
“hey, kau janji kan untuk membantu mencari eunji untuk ku?” tanya kee
“hm!” jieun menganggukan kepalanya sangat keras
“aku yakin yoona eonnie, suji dan eunji masih hidup!” batin jieun
“ternyata bukan hanya kau saja eunji..” batin kee sambil tersenyum






            Jieun membuka pintu kamar nya, dan langsung melemparkan badannya ke tempat tidur nya. Ia tersenyum.. sangat lega, itu yang ia rasakan sekarang. Tidak terasa, kini sudah pukul Sembilan malam dan itu masih terjadi pada jieun, ia masih tersenyum menandakan kelegaannya. Tiba-tiba..


PLETAK


“siapa yang melempar batu malam-malam seperti ini?” tanya jieun pada dirinya sendiri setelah melihat batu yang kini sudah berada di tangannya, batu itu berasal dari luar, tepatnya dari jendela kamar nya yang ia buka
“JIEUN-AH!!” teriak seseorang dari bawah, jieun langsung mencari sumber suara itu..
“minhyuk-ssi?”
“hehe kemarilah, aku ingin mengatakan sesuatu padamu” pinta minhyuk
“katakan saja dari bawah sana”
“tidak! Aku tidak ingin disini!” tolak minhyuk mentah-mentah
“baiklah”






            Taman asrama adalah pilihan minhyuk saat ini, lagi jieun mengingat saat keempat alien berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan dirinya sebagai seorang ‘teman’, jika mengingat hal itu jieun sendiri kadang tersenyum melihat keanehan tingkah mereka, menyesali dirinya karena sudah berbuat tidak peduli pada keempat alien yang sangat peduli padanya.. karena waktu itu ada alasan. Tentu saja alasan agar jieun tidak lagi kehilangan temannya.. tapi itu adalah masa lalu, ia yakin masa lalu dan saat ini pasti berbeda



“noona duduklah” suruh minhyuk pada jieun
“aku yakin ia melihat ku sebagai yoona eonnie” batin jieun, jieun hanya menuruti kata minhyuk
“lihatlah bintang itu” kata minhyuk yang telah duduk disamping jieun
“ya, aku melihatnya”
“itu seperti ku, aku sangat bersinar kan? benarkan?”
“ya”
“kalau kau noona? Kau seperti apa?”
“bulan”
“kenapa?”
“ka.. karena.. karena aku terus bersembunyi dan muncul disaat gelap, dan aku.. aku tidak dapat memancarkan cahaya ku seperti yang lain” jelas jieun
“ya.. itu benar, lee ji eun yang sebenarnya adalah bulan, aku hanya orang yang pura-pura kuat” batin jieun, ia tidak menyadari bahwa minhyuk menatap nya
“benar, itu adalah lee ji eun.. bukan noona” batin minhyuk
“maafkan aku lee min hyuk, ini semua salah ku” untuk ketiga kalinya jieun meminta maaf pada ketiga orang yang berbeda, ia tidak akan pernah bosan untuk mengatakannya.. karena ini adalah salahnya
“aku tidak akan memaafkan mu jika kau tidak mencium ku” goda minhyuk
“tidak akan”
“baiklah, aku tidak akan memaafkan mu”
“…”
“hehe aku bercanda” minhyuk tertawa
“jieun..” panggil minhyuk
“hm?”
“bolehkan aku pinjam pundak mu sebentar?”
“eh..
“kau tahu, aku sangat merindukan noona” minhyuk mulai bernostalgia, kepala nya kini telah bersandar di pundak jieun, bahkan jieun belum mengizinkan nya
“aku juga, dia adalah kakak terbaik ku”
“benar, kau kalah cantik darinya”
“aku tahu”
“kau kalah pintar darinya”
“aku juga tahu”
“kau juga kalah baik darinya”
“tentu saja, aku adalah orang yang jahat”
“kau kalah darinya”
“tentu, dia adalah idola ku”
“jieun-ah? Apa kau belum pernah merasakan jatuh cinta?”
“belum”
“pantas”
“kau masih sangat mencintai yoona eonnie?”
“ya”
“aku akan membantu mu untuk mencari nya dan aku akan membantu mu untuk mengatakan kau sangat mencintai yoona eonnie” ujar jieun mantap, ia yakin dengan kalimat nya itu
“kau janji?”
“tentu” jieun menatap langit gelap dan yakin dengan apa yang ia katakan pada minhyuk
“aku pasti akan menemukan kalian..” batin jieun
“tapi.. jika perasaan ku berubah? Bagaimana?” batin minhyuk yang betah menatap gadis yang telah menjadi sandarannya
“oppa, kau harus melakukan apa yang sudah kau rencanakan!” suruh sooyoung yang berada di kamar joong ki
“tentu” jawab joong ki yang berada di samping sooyoung
“aku juga akan mengenyahkan ray oppa” sahut jiyeon yang juga sedang mengawasi tingkah jieun dari jauh
“aku akan membunuh kalian!”






Someone POV

“kapan aku bisa mengatakannya?”
“ini adalah kesempatan ku!”
“tidak.. kau tidak boleh enak sendiri”
“ini bukan perasaan..
“hey sadarlah! Ini perasaan ku.. ini serius!”
“tidak! Dia hanya teman mu! itu cukup!”
“argh! Sial!”
“aku menyukai mu”



To Be Continue



Interview with cast and other cast Our Life :
Q : akhirnya gue balik lagi (ngomong dalem hati)
R,M,K,B : woy! Balik lagi loe! (seneng)
Q  : gile.. ternyata ada yang rindu ame gue (terharu)
B : yaeyalah, kite kan bestplend
R : bestfriend baekhyun
B : ih sok tau lu ah
R : loe yang sok tau!
Q : (kaget)
M : pemirsah jangan buat Q kaget dong! (ngebentak)
K : kok pemirsa sih yang disalahin, gue dong yang disalahin!
B,R : kee! Kite yang buat Q kaget! Gila lu!
K : eh iya ya?
Q : eh, nama gue bukan Q ya!
M : eh iya lupa
Q : emang lu tau siapa nama gue?
B : kite? Tau dong (sok)
Q  : siape? (Seneng)
R,M,B,K : TUKIYEM!!
Q : (pingsan)




S => song joong ki : (makan apel)
M : ih jangan deket-deket sama kejongjong jigong! (nakut-nakutin)
S : apaan sih lu! (kesel)
M : ih
S : apa sih? Heran gue, gue ganteng? EMANG!
M : ih
S : apaan sih?
M : ih
S : jiyeon~ sooyoung~ nape nih anak? (nangis, takut sama tingkah minhyuk)
M : nah lho? Kok nangis anak orang? Kan gue mau nakut-nakutin biar jigong nya gak nempel di apel nya? (ngomong dalem hati)



Note :

a.. aduh, gimana ya? ini udah baikan? Enakan mana sama kemarin? ^^

hehe ada yang nyadar gak ya..

siapa someone itu? Comment aja, tapi aku gak mau nyebut dan gak mau jawab kalau itu bener atau salah (digebuk fans gue. Eh apa? Fans? Digebuk lagi sama pemirsah) biar penasaran akut kekekekeke ^^

oke, thanks udah baca..
yang udah baca, mohon tinggalkan kalimat untuk mendukung saya menulis scenario drama ini.. bisa melalui via blog, via fb (di fan page milik kak widi ^^), via sms, via facebook milik saya, dan via hati dari hati ^^


Ok, bye bye dulu..
Tunggu minggu depan ^^
Salam.. salam apa pemirsah? Hayo teriak!

SALAM OUR LIFE!!!! ^^

8 komentar:

  1. Nih lucu abis ahk wahhahaha thor ayo buat yg lucu2 lagi.. nih humor ny udah tinggi kog XD
    ngakak ampek guling2 nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh akhirnya (sujud) itu kalimat ngebelingset di otak, langsung aja tuh ke tulis :D makasih banget ya ^^

      Hapus
  2. Waaah leganya akhirnya mereka baikan . Hmm.. Itu siapa ygbilang 'aku menyukaimu?' Aiiissss,, selalu aja bikin penasaran *jambakrambutminhyuk hahahaha
    Please~ Rayeun in the end. Jebal authornim ^^ update ASAP. Fighting

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayo hayo tebak ^^
      aku gak mau jawab :p

      itu salah satu bakat ku yang terpendam keke ^^

      hm.. rayeun gak ya? rayeun gak ya? :D

      eh iya, kamu chacha itu kan makasih banget ya udah mau komentar dimana-mana ^^

      Hapus
    2. Yups, 100 point buat km. Aku chacha yg d fb. Ne cheonmaneyo, u deserve it after all. Kekeke ^^

      Hapus
    3. keke ok aku panggil kamu chacha aja ya ^^

      Hapus
  3. Kayaknya mereka berempat suka sama Jieun deh.. '-' iya gak sih btw.. BAGUS..LANJUT BAGUSS (Y)

    BalasHapus

isi nama kalian ya :) komen apapun juga, kritik juga gak apa kok :D